Senin, 23 November 2015

Bravo Bea Cukai



Mendapat kesempatan berkunjung ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai ( KPPBC ) Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru bersama teman-teman blogger adalah sebuah kebahagiaan bagi saya.Apalagi kehadiran kami disambut hangat oleh ibu Nurtanti Widyasari Kepala KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru,Bapak Muhammad Akhadi Jatmiko,Kepala Bidang Analisis dan Tindak Lanjut Kepatuhan Internal PUSKI Kepabeanan dan Cukai dan Bapak Himawan Setiyo,Kasubsi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru di kesempatan Rabu,18 Oktober 2015
“KEPABEANAN  adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar”,jelas ibu Nurtanti membuka dialog dengan para blogger dan mahasiswa yang hadir.

“KANTOR PABEAN  Kantor dalam lingkungan DJBC tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang ini. IMPOR Kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean
EKSPOR Kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean  dan KANTOR POS LALU BEA Kantor Pos yang ditunjuk untuk melalukukan kiriman pabean”,cerita Ibu Nurtanti lebih lanjut.
“Untuk barang-barang yang dikirim dari luar negeri ke Indonesia ada prinsip-prinsip dasar pengenaan pajak import untu barang kiriman”,imbuh Bapak Jatmiko
“Terhadap barang kiriman diberikan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor dengan Nilai Pabean paling banyak FOB( Free On Board ) USD 50 ( lima puluh US dollar ) untuk setiap orang perkiriman.
Dalam hal nilai pabean barang kiriman melebihi batas pembebasan bea masuk,barang kiriman dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor dengan dasar nilai pabean penuh CIF ( Cost,Insurance and Freight ) dikurangi dengan USD 50”
FOB = Nilai Barang / Harga Barang
CIF = Nilai Barang + Asuransi + Ongkos Kirim
Barang hadiah,sampel,hibah,tidak diperjualbelikan tetap dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor apabila nilainya lebih dari USD

Dan obrolan hangat yang disertai diskusi ini semakin seru ketika kami semua yang hadir diajak oleh para petinggi dari kantor Bea dan  Cukai Pasar Baru menuju tempat dimana barang-barang dari luar negeri dikirim melalui jalur udara.
“Disini setiap harinya kami menerima kiriman barang minimal 2 truk dari seluruh dunia dimana barang-barang yang dikirim sebelum diterima oleh orang yang dituju terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan fisik secara selektif dan disaksikan oleh petugas pos”,terang Bapak Himawan Setiyo.


“Nah ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan yaitu barang-barang dikirim diperiksa melalui anjing pelacak dimana si anjiing akan bergerak aktif apabila dia menemukan ada narkotika yang dikirim”
Semua yang hadir diruangan luas yang ada di arena Kantor Pos Pasar Baru dibuat takjub ketika kami melihat seekor anjing diajak untuk mencium semua barang yang ada di kardus yang telah di packing rapi apakah ada disinyalir berisi unsur narkotika dan psikotropika.
“Good job,god man,come on!”,teriak pelatih anjing dengan suara lantang sambil berlari membawa seekor anjing hitam yang bergerak cepat mengendus setiap barang yang ada dalam kardus.
Ketakjuban kami tidak hanya sampai disitu saja karena semua peserta diajak untuk melihat bagaimana proses barang kiriman dari luar negeri sebelum diterima yang bersangkutan oleh petugas pos dilakukan pengecekan barang.




“Seringkali barang yang dikirim tidak sesuai dengan tulisan.Misalkan saja yang dikirim ada 2 coklat dan alat bantu sex (maaf ) tetapi yang ditulis adalah 2 coklat dan biscuit.Nah,untuk coklat itu lolos tetapi yang satunya lagi karena mengandung unsur pornografi maka kami akan mengirim email kepada pengirim apakah barang tersebut mau diambil atau kami musnahkan.Begitupula dengan kosmetik ilegal yang tidak disertai surat ijin dari BPOM kami akan memusnahkan apabila tidak diurus surat ijinnya.Dan jika barang-barang yang dikirim tidak berbahaya dan mengandung unsure pornografi maka kami petugas akan memberikan tanda PLOMBIR yang artinya lolos dari pemeriksaan”,tutur pak Himawan panjang lebar

BRAVO Bea Cukai
Perjalanan kami semakin berkesan karena dilanjutkan ke Kantor Bea Cukai Jl. Jend.Ahmad Yani by pass,Jakarta Timur.Hal yang sangat menarik sekali karena Kantor Pusat Direktorat Bea dan Cukai ini memiliki gedung Media Center.Dimana di dalamnya terdapat  Museum Direktorat Jendral dan Ruang Call Center.


Di ruang museum yang nantinya diperuntukkan untuk umum cerita sejarah dimulai.Bagaimana Bea dan Cukai dari masa penjajahan Belanda sampai era reformasi,kapal pesiar yang dipakai zaman dahulu,alat untuk mendikteksi narkotika sampai pakaian kebeserasahan Bea dan Cukaipun ada.
“Disini ada sekitar 70 koleksi foto seiring perjalanan waktu sejarahnya Bea dan Cukai.Dimana melalui foto-foto ini kita akan mengetahui bagaimana awal mulanya Bea dan Cukai itu ada di Indonesia”,tutur petugas museum.


Dan obrolanpun semakin seru ketika Bapak Jatmiko menjelaskan bahwa mulai 1 Oktober 2014 Bea dan Cukai memberikan pelayanan untuk masyarakat luas yang bertajuk Bravo Bea Cukai.
“Seringkali banyak pertanyaan di masyarakat yang berhubungan dengan Bea dan Cukai.Semisal,beli barang dari luar negeri katanya terkena berbagai izin,benar gak sih ?
Atau kita tidak mengerti tentang kepabeanan tapi malas ke kantor Bea dan Cukai,nah Bravo Bea Cukai ini yang akan menjebatani semua keluhan atau pertanyaan dari masyarakat. Banyak cara yang bisa dilakukan yaitu dengan telephone ke nomor 1500225, sms 0811500225,twitter @beacukai RI email info@customs.go.id dengan senang hati kami akan menjawabnya”


Dan  di penghujung kunjungan kami para blogger kami mendapat kesempatan untuk mengunjungi tempat Unit Pendidikan dan Pelatihan Anjing Pelacak Narkotika Direktorat Bea dan Cukai
“Anjing-anjing disini dilatih sekitar 4 bulan untuk belajar menditeksi adanya narkotika pada barang yang dikirim dari luar negeri.Ada 2 jenis tipe anjing aktif dan pasif. Jika aktif saat mereka menemukan ada narkotika di dalam dus,maka si anjing akan mengacak-acak dus tersebut dan menggonggong keras.Sebaliknya anjing yang pasif hanya terdiam disamping barang yang mengandung narkotika tetapi diamnya lama,nah disitulah sinyal yang diberikan agar petugas segera memeriksa barang tersebut.
Dan untuk semua hasil yang diberikan anjing pelacak atas keberhasilannya melacak narkotika maka petugas memberikan pujian,”good job….god man!”,wow….luaaarrr….biasa…..( D/s)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar