Selasa, 03 November 2015

What?! 4x Married?


Apa jadinya ketika Anda mendengar seorang wanita married 4 x (kali). Mungkin dalam pikiran Anda wanita ini pastinya cantik, sexy dan kaya makanya laku dan banyak dilirik para pria pencari cinta. Tetapi apa jadinya kalau perempuan itu tidaklah cantik, tidaklah sexy dan tidaklah kaya tetapi pernah kawin 4x dan jika mau dilakukan penilaian bolehlah keseluruhan fisik dan pekerjaannya dikasih nilai 6,5 lah, nilai yang sedang.
Lalu what happen aya naon? kok bisa? di dunia ini apa sih yang tidak. Dan itulah yang terjadi dengan sahabat wanita saya, Larasati Eka Suci Murni. Duh,namanya keren ya, sudah Suci,Murni lagi. Tetapi justru nama itu yang jadi cibiran banyak orang karena tidak sesuai dengan kelakuannya.
"Tukang kawin!", sadis ya julukan itu.
"Iya Dennise para perempuan sekitarku yang kasih julukan seperti", tutur Suci memulai kisahnya ketika kami berada di sebuah cafe di bilangan Menteng, Jakarta.
"Kok bisa?!", tanyaku kaget. Jujur aja selama ini yang aku tahu wanita paling banyak 2x married setekah itu,kapok!
"Aku juga heran kok bisa padahal kondisiku serba standard.Wajah, body,karier,tapi itu namanya jalan hidup ya say bukan jodoh sih menurutku!"
Aku ikut-ikutan setuju dengan pendapat Suci sambil menikmati kepingan cookies rasa kacang, hmmm...yummy!
"So,gimana  ceritanya kok bisa se-keren itu sih?"
"Masa 4x married dibilang keren sih?jadi gini ceritanya....
Pertamakali aku married umur masih muda 20 tahun. Troy,suamiku umur 25 tahun. Duh namanya pelaut ya harus sabar hati karena pulangnya 3 bulan sekali. Dengan Troy aku hanya bertahan 1 tahun"
"Why?!", alisku terangkat tinggi
"Troy hilang tanpa kabar. Aku sudah tanya keluarganya,teman-temannya tetapi hasilnya nihil dan sampai detik ini aku tidak tahu keberadaannya dimana. Apakah masih hidup atau mati"
“Pedas amet bilang sudah mati!”,protesku
“Ya,aku juga tidak tahu keberadaannya,lebih dari 10 tahun,jadi forgettedlah!”
"So..."
“Aku married lagi dengan Bram!ganteng dan gagah"
"Asyiik dong Ci!"
"Apa asyiknya cuman bertahan 6 bulan karena dia pengeretan alias numpang hidup doang!"
"Loh memangnya kamu gak selidiki dia sebelumnya?"
"Gak sih!percaya aja di bilang Manager karena tampilannya"
"Kemudian?!",tanyaku penasaran
"Istirahat dulu kenal pria,alone!sampe datang si Prio,duda ana 2.Awalnya aku gak mau!Tetapi tuh orang gigih banget deketin sampe pertahananku runtuh! Dan kami married!"
"Bahagia?!"
"Sesaat saja!Hanya 9 bulan karena setelah itu terlihat belangnya.Prio laki-laki yang kasar baik mulut maupun perbuatan.Dan aku dijadikan pembantunya yang setiap hari harus melayani. Okey lah untuk masakin makanan kewajiban istri.Tetapi kalo sepatu kerja harus aku yang bukanin,minum harus aku buatin,tidak mau dengan asisten rumahtangga, menyebalkan!
Trus kalo naro pakaian kotor sembarangan asal dimana saja. Kalo ditegur dia gak bisa terima katanya, kamu'kan istri harus melayani. Dan kalo aku melawan bogeman mentah pasti mendarat di pipi. Belum kalo setan merasukinya aku ditendang, dipukul, sakit sekali!Tak ada pilihan lain Dennise,bercerai adalah yang terbaik"
“Prio mau menceraikanmu?!”
“Awalnya tidak!dia menghiba-hiba mohon untuk aku tidak menceraikannya.Oh ya,Prio itu psikopat juga.Aku takut!bisa loh habis mukulin aku sampai berdarah-darah bibir dan hidungku,setelahnya dia minta maaf dan dia juga yang  membersihkan lukaku.Selang beberapa hari kalo aku salah saja mengerjakan sesuatu yang dia minta,KDRT lagi.Semua bagian tubuhku lebam membiru karena pukulannya”
"Maaf Ci,kamu punya anak dari Prio?"
"Tidak!suami pertama,kedua dan ketiga aku tidak pernah hamil"
"Yang ke-4?!"
"Kok kamu tahu sih ada suami ke-4?"
"Kelanjutan dari ke-3!",jawabku sekenanya.
"Ha...ha...ha ya aku akhirnya bisa punya anak dari suami ke-4,Aldo.Anisa,namanya.Bahagia sekali rasanya karena sebagai wanita akhirnya aku bisa mempunyai anak dari rahimku sendiri.Tetapi....",mata Suci berkaca-kaca,air matanya tertahan
"Ada apa Ci?bukankah kamu bahagia dengan suamimu?!"
"Seharusnya!tetapi ternyata diam-diam suamiku sudah menikah siri dengan sekretarisnya.Sakit sekali rasanya!
Lalu aku tanya pilih siapa aku atau sekretarisnya?walaupun tersakiti,aku masih membuka pintu maaf untu suamiku. Dengan harapan dia memilihku karena sudah memberinya anak"
"Aku pilih ke-2 nya!"
"Mengapa kamu tidak tentukan salah satu?"
"Karena aku mencintai ke-2 nya!"
"Dennise,wajah suamiku datar saja tanpa rasa bersalah.Aku tidak mau di poligami! Aku tidak pikirkan lagi apa kata orang ketika akhirnya aku bercerai lagi.Mungkin di mata banyak orang aku “wanita genit" yang hobby kawin tetapi yang merasakan semua itu aku!Menderita dan menderita"
"Sekarang kamu single parent dong,mau married lagi?",godaku
"Hmmm....entahlah!tapi memang masih ada pria di muka bumi ini yang baik, yang mau terima aku apa adanya dan tidak melihat masa laluku?"
Aku termangu!tidak tahu hendak berkata apa!karena sebagai manusia aku tidak bisa menghakimi. Suci,sahabatku tentunya tidak mau nasibnya seperti itu. Stigma di masyarakat terbentuk bahwa wanita yang sering kawin apalagi sampai 4x adalah tidak benar. Tetapi aku memandangnya Suci tetaplah wanita yang baik kondisilah yang membuat dia akhirnya seperti itu. Semoga saja dia kuat dan lebih bersyukur lagi kalo dia mendapatkan pria baik yang dikirim “Gusti Allah” dan menerima dia apa adanya. (DS )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar