Minggu, 28 Februari 2016

Bersahabat Dengan HIV,Why Not?!


Semua orang ingin sehat,kalaupun mengalami sakit cukuplah yang kecil-kecil saja,batuk misalnya!Tetapi ketika seseorang teridentifikasi positif terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus ( HIV) oh my God dunia ini serasa runtuh.Kalau masih bisa disembunyikan lebih baik disembunyikan,karena bagi sebagian orang berpikir bahwa HIV penyakit membahayakan karena bisa berujung dengan kematian dan memalukan,biasanya orang yang terkena HIV disebabkan karena sering bergonta-ganti pasangan alias seks bebas.
Lalu apakah selamanya penderita HIV harus mengurung diri dan menyembunyikan penyakitnya?tentunya hal itu tidak diharapkan.Membuka diri dan mau berbagi cerita itulah yang membantu kesembuhan seorang penderita HIV.Seperti apa pemaparan tentang HIV



,Bertempat di Hongkong Cafe,Jakarta Jum'at 26 Februari 2016 talkshow,Pentingnya Informasi HIV Sebagai Alat Pencegahan Pada Kelompok Perempuan & Anak.Acara yang bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS ( KPA),ODHA Berhak Sehat dan IKatan Perempuan Positif Indonesia dan tentunya bersama Blogger Perempuan

Hadir sebagai pembicara Dr.Fonny J.Silfanusi,M.Kes(Deputi Sekretaris Bidang Koordinasi Program KPA),Dr.Maya Trisiswati,MKM ( Komisi Penanggulan AIDS Nasional ) dan Ayu Octaraini
(ODHA  Berhak Sehat dan IKatan Perempuan Positif Indonesia)
"Di Indonesia angka tiap tahun penderita penyakit HIV terus bertambah.Hal ini dikarenakan tidak maunya si pasien membuka diri.Tidak ada gejala yang signifikan ketika seseorang positif terkena infeksi HIV namun juga ada yang mengalami gejala demam.Nah,ketika tubuh merasakan gejala yang tidak enak lakukan pemeriksaan.Melalui tes HIV seseorang bisa dikatakan positif terkena",urai Dr.Fonny dalam penjelasannya

"HIV itu sangat berbahaya!Jika tidak segera diobati maka lambat laun bisa menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome ( AIDS).Faktanya di Indonesia untuk kasus AIDS laki 54% dan perempuan 31 % mengalami dimana kenyataannya 6,7 juta laki beli dan 4,9 juta perempuan kawin dengan laki pembeli seks,miris ya!",lanjut dokter yang murah senyum dihadapan para blogger-blogger perempuan yang hadir
"Berdasarkan hasil survey maka Papua menempati feminisasi Epidermi HIV di Indonesia.Tercatat  perempuan 43 % dan laki 57 %.Untuk itu kami dari KPA untuk tahun 2020 planningnya adalah pasien tahu statusnya apakah sudah positif terkena infeksi HIV dan mau diobati.Pengobatan tersebut harus secara intensif agar virus yang ada ditekan dan tidak berkembang menjadi AIDS.Dan visi kami di tahun 2030 mendatang adalah HIV tidaklah menjadi masalah karena sudah tahu cara pencegahannya,berakhirnya Epidermis AIDS tahun 2013.Yang terpenting adalah perlunya informasi yang detail dan akurat kepada masyarakat bahwa HIV bukanlah penyakit yang menyeramkan dan ,pasiennya harus diasingkan.Asal membuka diri dan mau diobati Insya Allah akan sembuh",tutup Dr Fonny dalam presentasinya

Sementara di session ke-2 hadir seorang wanita ayu yang terlihat cerdas.Ayu Octariani.Wanita yang pernah mengalami HIV ini bercerita bagai awal muasalnya HIV ini ada dalam tubuhnya
"Tahun 2005 saya menikah,tahun 2008 Tuhan memanggil suami karena akibat HIV yang dialami lama sembuhnya.Nah mengapa baru terkena padahal suami sejak muda sudah bergaul dan pemakai narkoba dimana dia memakai jarum suntik yang tidak steril.HIV itu kehadirannya mendadak tanpa gejala.Sehingga pas terkena kondisinya tidak bisa diobati secara maksimal yang berakhir dengan kematian",tutur wanita mungil ini diawal pembicaraannya

"Pada umumnya perempuan yang sudah terkena HIV menutup diri.Padahal kalau dia membuka diri banyak hal positif yang didapatkan,misalkan saja pengobatan lebih dini.Karena HIV itu bisa diobati jika teratasi segera.Orangtua saya,sangat merangkul dan mendukung,saya terkena HIV bukan karena saya nakal.Nah,pada banyak orang mereka bercerita tentang HIV bahaya dan penangggulannya.Sejak saya terkena HIV saya jadi banyak menggali informasi dan sekarang saya tergabung dalam IKatan Perempuan Positif Indonesia yaitu sebuah organisasi perempuan positif HIV.Karena menurut data Kementerian Kesehatan sejak 2008-2014 terdapaat 59,713 perempuan yang hidup dengan HIV.Organisasi ini sudah berkembang di 23 provinsi.Untuk semua yang hadir disini jika punya teman,kerabat perempuan yang terkena HIV,ayo gabung bersama kami karena disini kita tidak sendiri tetapi ada banyak teman yang dapat diajak berbagi",ucap Ayu
Dan pembicaraan bertambah hangat lagi ketika Dr.Maya Trisiswati,MKM ( Komisi Penanggulan AIDS Nasional ) membahas materi "Bongkar Tabu Bicara Seks"

"Umur berapa sih wanita boleh dan sehat menikah?",tanya dokter ramah ini pada banyak blogger yang hadir.Banyak jawaban ada yang menyebut 25,30,28,35,20 bahkan 17 tahunpun ada,variatif!
"Idealnya wanita menikah usia 20 tahun karena secara biologis alat reproduksi kewanitaannya sudah berjalan normal.Kalau menikah sebelum angka 20 tahun maka tidak tertutup kemungkinan mengalami kanker serviks"
"Kapan pendidikan seks itu dimula di keluarga?"
Walaupun yang hadir para wanita dan umumnya sudah berkeluarga,masih banyak yang ragu dan bingung untuk menjawab.Diantara yang hadir ada yang menjawab tunggu ditanya anak,biar mengalir dengan sendirinya...
"Pendidikan seks itu penting dan kita sebagai orangtua bertanggungjawab penuh untuk memberikan informasi yang jelas.Kapan memulainya?disesuaikan dengan perkembangan tubuh dan keadaan si anak.Berbicaralah dengan bahasa yang mudah dipahami si anak.Misalkan saja,bagaimana mengenalkan konsep perempuan dan laki-laki,perbedaannya.Lalu kenalkan juga konsep otoritas tubuh seperti mulut,dada,bokong hanya boleh dipegang oleh ibu dan dirinya sendri,yang lain tidak boleh!
Dengan pengenalan ini anak jadi tahu bahwa dia mempunyai otoritas penuh untuk tubuhnya
Tambahan tips untuk para perempuan disini yang sudah berkeluarga bagaimana berbicara seks dengan anak :
1.Biasakan membangun komunikasi dengan si anak dalam hal curhat.Ini penting agar anak terbuka       membicarakan apa saja yang dirasakannya
2. Ajarkan anak bagaimana melindungi diri
3.Jangan mudah percaya dengan orang asing
4. Ajarkan apa itu PUBERTAS
Talkshow ini sungguh menarik banyak ilmu yang didapatkan dari sharing bersama.Untuk siapa saja yang memang mengetahui dirimu terkena HIV,ayo bangkit!ini bukan kiamat dunia.Masih banyak diluaran sana perempuan-perempuan HIV yang aktif,kreatif,energik dan mengisi hidupnya dengan sesuatu yang berarti.Kalau mereka bisa,Andapun pasti bisa! ( D/s)

5 komentar:

  1. Tugas wanita emang berat. Baik jadi istri maupun jd ibu. Saat jd istri kdng suami yg "nakal" istri kena. Jd ibu malah, berat banget, pe er supaya anak2 gk terjerumus seks bebas. Amit2 moga selalu terlindungi aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sis,semoga kita2 bisa terus sehat ya

      Hapus
  2. Saya memang sangat senang untuk hidup saya; Nama saya Vargas Cynthia Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan hidup di bumi sebelum tahun habis. Saya telah menderita penyakit mematikan (HIV) selama 5 tahun sekarang; Saya telah menghabiskan banyak uang pergi dari satu tempat ke yang lain, dari gereja ke gereja, rumah sakit telah setiap tinggal hari saya. cek konstan up telah hobi saya tidak sampai Bulan lalu, saya sedang mencari melalui internet, saya melihat kesaksian tentang bagaimana DR. Ben membantu seseorang dalam menyembuhkan penyakit HIV-nya, dengan cepat saya menyalin email-nya yang (drbenharbalhome@gmail.com).
    Saya berbicara dengan dia, dia meminta saya untuk melakukan beberapa hal-hal tertentu yang saya lakukan, dia mengatakan kepada saya bahwa ia akan memberikan herbal untuk saya, yang dia lakukan, maka dia meminta saya untuk pergi untuk pemeriksaan medis setelah beberapa hari setelah menggunakan obat herbal, saya bebas dari penyakit mematikan, ia hanya meminta saya untuk posting kesaksian melalui seluruh dunia, dengan setia saya lakukan sekarang, silakan saudara-saudara, dia besar, aku berutang padanya dalam hidup saya. jika Anda memiliki masalah yang sama hanya email dia di (drbenharbalhome@gmail.com) atau hanya WhatsApp dia di: + 2348144631509.He juga dapat menyembuhkan penyakit seperti kanker, Diabeties, Herpes. Dll Anda bisa menghubungi saya di email: vargascynthiamaye1995@gmail.com

    BalasHapus
  3. Selamat siang semua orang nama saya Lisa vedal dari Florida USA, saya memiliki kesempatan besar untuk shell kesaksian ini tentang bagaimana saya mendapatkan obat untuk HIV saya, dua yeas lalu saya HIV positif sehingga saya menderita itu aku sedang melakukan satu hal atau untuk mendapatkan obat ada tahu cara untuk itu jadi aku berada di pencarian perjalanan di internet saya melihat kesaksian dari seorang pemuda, berbicara tentang bagaimana Dr Abele membantunya mendapatkan disembuhkan HIV dengan obat herbal, aku terkejut dan aku tidak percaya aku berkata apa-apa saya mencoba dia saya hubungi dia di alamat email dan dia memberi saya intrusi dan aku mengikutinya dia mengatakan kepada saya apa yang harus dilakukan dan saya melakukannya setelah 5 hari ia mengirim saya obat yang benar DHL dan saya menerima cepat dia mengatakan kepada saya bagaimana menggunakannya dan saya melakukannya setelah dua minggu dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus pergi untuk tes saya melakukannya dan aku takut kemudian di tes keluar saya sangat mengherankan bahwa saya HIV negatif saya jadi sangat senang saya tidak percaya itu kita bekerja dan saya kita menjadi HIV negatif, sekarang saya senang dengan suami saya dengan dua anak saya, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan ini jika Anda memiliki jenis penyakit yang disebut HIV saya ingin Anda untuk menghubungi dia di adalah email (drabelesolutionhome@gmail.com) dan ia juga dapat membantu Anda mendapatkan obat untuk penyakit HPV atau penyakit dengan obat herbal nya. semua harus Anda lakukan adalah untuk percaya padanya. terima kasih Dr saya mungkin Tuhan memberkati Anda. atau jika Anda ingin menyesuaikan dari saya Anda menghubungi saya di email saya lisavedal@gmail.com.or memanggilnya pada ponsel nomor 2348119020294.

    BalasHapus