Sabtu, 16 April 2016

Kreativitas Tanpa Batas Dalam Pameran Seni Faber-Castell


Hallo,pernahkan Anda membayangkan dari pensil tercipta sebuah patung Monalisa,kapal pinisi yang merupakan kapal layar tradisional kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan yang lebih "wow"nya lagi hanya dari pensil terbentuk sebuah gaun pesta mewah.Bagaimana proses kreativitasnya,apakah sulit dan pensil apa yang digunakan,ini dia ceritanya…
Keterangan foto :patung Monalisa dari pensil Faber-Castell

Siapa sih yang tidak mengenal pensil Faber-Castell,pensil yang sudah mendunia sejak tahun 1761 ini merupakan pensil berkualitas yang banyak diminati dari banyak kalangan mulai dari anak-anak,remaja,dewasa bahkan orangtuapun menyukai pensil yang berasal dari Stein,Jerman.Apa yang menjadi kelebihan pensil Faber Castell yang sudah ada di Indobesia sejak tahun 1990? pensil ini kuat tidak mudah patah saat dipakai dan memiliki desain pensilnya bagus.Untuk itulah Faber Castell Indonesia dengan bangga di bulan April ini memperkenalkan Pameran Seni Faber-Castell "KREATIVITAS TANPA BATAS".Bertempat di Emporium Pluit Mall,Senin 11 April 2016 Pembukaan Pameran Seni.Dihadiri oleh Bapak Yandramin Halim,Managing Director PT.Faber-Castell Internasional Indonesia,Ibu Fransiska Remila,Brand Manager PT Faber-Indonesia ,Bapak Gusmayadi Muharmansyah,Kasubdit Kementerian Pendidikan Budaya dan Beng Rahardian,Dosen IKJ
"The art of critical making.Sekarang ini beberapa sekolah menerapkan pada siswanya bahwa ketika membuat sebuah karya seni jelas tujuannya untuk apa.Kreatifitas itu berperan sangat penting dalam pendidikan",ujar Fransisca dalam kata sambutannya
Keterangan foto : Fransisca dari Faber-Castell

"Perkembangan di negara maju proses kreatif telah berubah dari Creative Thingking ke Creative Making,artinya kreativitas bukan lagi diukur dari ide tetapi produk secara nyata,hal ini yang mendasari perlunya ada aktualisasi ide,diantaranya melalui pameran,"ungkap Yandramin Halim atau yang biasa dipanggil Pak Halim saat jumpa pers
 "Pikiran manusia memiliki dimensi tanpa batas,kreativitas sebagai bagian dari proses pikir juga tidak memiliki batas,tergantung sejauh mana sanb pemilik pikiran mampu dan mampu mengembangkan ispirasi tersebut.Seperti yang dilakukan oleh seniman asal Jerman,Kerstin Schulz.Dalam berkreatifitas Schulz memiliki ciri khas tersendiri yaitu menggunakan benda-benda yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti kertas bekas,kuas,pensil dan mengubahnya menjadi objek yang baru dan unik.Seperti yang Anda saksikan di area pameran ada gaun pesta mewah .Ini adalah karya terbaik Schulz untuk Faber Castell.Dimans gaun tersebut dibuat dari sekitar 5000 pensil Castel 9000",tambah Halim kembali.
Keterangan foto : Pak Halim,Gusmayadi dan Beng di depan gaun pensil 

"Tidak hanya seniman Jerman yang memberikan karyanya di pameran  Kreativitas Tanpa Batas ini,tapi Taufik Maulidin yang merupakan team kreatif Faber Castel  juga menciptakan kapal laut pinisi yang terbuat dari pensil warna berkualitas koleksi Faber Castell",ucap pria ramah ini Untuk itulah pameran Kreativitas Tanpa Batas diadakan di Lippo Mall Puri dari tanggal 11-17 April 2016
Keterangan foto: Kapal pinisi karya Taufik Maulidin

"Disini acaranya seru tidak hanya anak-anak yang mrngikuti tetapi orang tua juga dilibatkan.Selain Craff Class ada juga workshop Creative Marker dan demo melukis Art & Graphic yang bisa diikuti orang dewasa",imbuh Halim lagi
Sementara dari kaca mata pendidikan Gusmayadi memberikan pendapatnya,"kreativitas dalam seni itu penting sekali.Contohnya dalam melukis ada nilai-nilai untuk mengembangkan prilaku-prilaku positif.Karakter si anak menjadi sportifitas.Dia bisa terima ketika kalah saat bertanding.Untuk itu kami dari Kemdikbud mendukung sekali pameran seni Faber-Castell Kreativitas Tanpa Batas.Diharapkan tentunya anak-anak Indonesia karakter mereka akan terbentuk lebih kreatif tidak saja mereka pintar secara akademik tetapi ada nilai-nilai estetika dan spritual yang dimiliki"
Keterangan foto: lukisan menggunakan Faber-Castell

Sedangkan Beng dari pakar seni mengatakan,"melukis itu yang dilihat bukan hasilnya tetapi prosesnya.Bagaimana seseorang itu mulai menarik pensilnya di kertas gambar dan ide apa yang akan diciptakan itu membutuhkan kreativitas"
Siang itu di depan insan media resmi dibuka Pameran Seni Faber-Castell "Kreatifitas Tanpa Batas" yang berlangsung selama 7 hari dan terbuka untuk umum.Dan tak lupa Bapak Yandramin Halim Presiden Direktur Faber Castell Menyerahkan kenang-kenangan untum kedua nara sumber yang telah hadir.
Keterangan foto: pemberian kenangan untuk Pak Gusmayadi
Keterangan foto: pemberian kenangan untuk Beng Rahardian

Untuk,anak-anak Indonesia ayo kembangkan kreativitasmu di bidang seni.Kalau seorang Schulz bisa membuat gaun pesta dari pensil Faber-Castell,kamu kira-kira bisa buat apa ya?untuk mendapatkan ide kreatifmu,janga  lupa datang ke Pameran Seni-Castell "Kreativitas Tanpa Batas" (D/s)

6 komentar:

  1. Pas liat patung monalisa dari batang pinsil aku melongo...eh..gak taunya di bawahnya ada lagi baju dari pinsil..ck..ck..ck...

    BalasHapus
  2. KEren sekali acaranya, nggak nyangka ya dari spidol-spidol itu bisa membentuk kapal pinisi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faber Castell ge'to loh,he he he,pastinya keren

      Hapus
  3. ini memang salah satu alat tulis andalan kami di tanah air..

    BalasHapus