Minggu, 24 April 2016

My Journey: Mencari Mata Air,Film Petualangan Mencintai Bumi Pertiwi


Apakah terbayang jika suatu hari di bumi ini kita,manusia sulit mendapatkan air dan kekeringan terjadi dimana-mana.Tanaman layu kehidupan gersang karena persediaan air di muka bumi ini terus berkurang.Apa yang harus dilakukan manusia? tentunya mencintai alam dan melindungi mata air.Bertepatan dengan hari Bumi dan hari Air International Vidi Vici Multimedia dengan bangga mempersembahkan Gala premiere film "My Journey:Mencari Mata Air"


Keterangan foto : Indahnya Bumi Pertiwi
Munculnya Hari Bumi "Earth Day"pertamakali diperingati oleh negara Amerika  Serikat tahun 1970 yang dicetuskan oleh senator bernama Gaylord Nelson..Bertempat di  bioskop XXI  Epicentrum Kuningan Jakarta, Acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelum pemutaran film studio 1 dihadiri oleh Menteri PUPR,Uli Hary Rusady,seniman,pemerhati dan aktivis lingkungan Hidup&Kemanusiaan,Elsa Sigar,direktur utama PT.Vidi Vici Multimedia,para pemain My Journey dan insan media.
Keterangan foto : 5 sekawan
Ini adalah film adventure yang diawali dengan cerita 4 remaja puteri yang terdiri dari Chinta (B'tari Chinta),Celine (Celine Wahyudi),Cindy (Cindy Celine) dan Tasya ( Dwi Tasya Septiani) yang berniat mengisi liburan mereka dengan mengantarkan teman mereka dari New York ,Lucas ( Christopher V.Warren) namanya.Si Lucas ini tertarik pada lingkungan hidup terutama pada "mata air". Chinta ingat ia punya nenek Bunda Ully,biasa dipanggil (Uli Hary Rusady) yang tinggal di pedalaman desa,tapi tidak tahu tepatnya dekat mana.Namun ke-5 remaja ini nekad menjelajah belantara alam ─║iar tanpa pengalawalan dari orangtua.Banyak pengalaman yang mereka dapatkan seperti ketika harus berjuang mencegah kebakaran yang  diakibatkan karena kelalaian para pelancong.Lucas,sangat "heroik" menerjang api.Tubuhnya terluka dan pingsan.Untunglah ada Heronimus (Godfred Orindeod) laki-laki asal Flores,supir sekaligus penunjuk jalan.
Keterangan foto : Ki Barja,Bunda Uli dan Maya
Ada adegan lucu dari film ini.Dimana ketika beberapa pasang sepatu remaja ini hilang dan kuat dugaan yang mengambil adalah monyet-monyet yang ada di dalam hutan.Nah,ketika Heronimus melempari si monyet dengan batu kenalah kepala Ki Barja ( Egi Fedly) warga desa yang mengabdikan dirinya untuk menjaga hutan dari tangan-tangan jahil yang merusak.Awalnya Ki Barja marah tapi lama kelamaan melunak dan kemana-mana selalu dengan Nimus,nama itu yang biasa dipanggil.Tapi Ki Barja tidak mau panggil Nimus tetapi panggilnya "Tekor",karena kalo Nimus dilurusin jadi Minus yang artinya kurang,nah kalo bahasa sehari-harinya minus ya...tekor,ada-ada saja,ha...ha...ha
Keterangan foto: Adegan Maya dan Chinta ketika di hutan
Dari Ki Barja ini ke-5 remaja ini berkenalan dengan Maya (Paramitha Rusadi) aktifis peneliti serangga capung yang menjadi indikator lingkungan hidup untuk air bersih.Awalnya Maya tidak menyukai kehadiran anak-anak tersebut karena sempat mengganggu pekerjaannya,tapi karena dia tahu bahwa Chinta adalah cucu dari Bunda Ully yang disegani,maka hatinya melunak..
Lewat Bunda Ully ke-5 anak-anak ini mendapat pengetahuan yang banyak tentang "Mata Air".
"Air merupakan kebutuhan dasar manusia.Sejalan dengan peningkatan  jumlah penduduk kebutuhan akan ketersedian air untuk berbagai kepentingan terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan.Sementara itu jumlah mata air semakin berkurang karena kerusakkan lingkungan hutan dan perubahan iklim.Punahnya beribu-ribu mata air ini menjadi bencana yang tidak terlihat oleh manusia namun sangat terisa akibatnya"
"Untuk itu kita perlu menyelamatkan air.Seperti yang dilakukan Ekspedisi Penyelamatan Mata Air (EPMA) yang diprakarsai oleh Yayasan Garuda Indonesia.Dimana yang dilakukan adalah dengan upaya pemulihan kerusakan mata air/penyelamatan mata air "
Keterangan foto: Bunda Uli sedang memberi penjelasan tentang Mata Air
Film ini sangat bagus untuk di tonton dari berbagai lapisan masyarakat.Terutama orang kota yang rasa "aware"nya pada air yang ada di bumi kurang,Menghamburkan air,padahal air itu bisa dihemat dengan cara antara lain tidak membiasakan untuk membiarkan air mengalir dari kran tanpa berhenti,biasakan menyiram tanaman pada sore/malam hari karena pada siang hari air cepat menguap.
Oh ya,ada kabar gembira nih untuk pencinta perfilman Indonesia,Vidi Vici Multimedia mulai konsentrasi dalam produksi film fitur pendidikan dengan tema-tema lingkungan hidup/sosial yang pada tahun
2015 diawali dengan Environment Feature Trilogy "My Journey". Tahun 2015 My Journey:Mencari Mata Air,tayang 2016,lalu tahun 2016 My Journey:Good Morning Miss Climate Change tayang 2017 dan 2017 My Journey:Konservasi tayang 2018
Dan inilah "Awards"yang didapatkan oleh perusahaan yang berdiri sejak 1994
Hollywood International Moving Picture Film Festival,Maret 2016
·         Winner Music Score:Didit Saad
·         Winner Cinematography: Fahmi J.Saad
·         Winner Foreign Feature Official Selection,Cordoba International Film Festival,Colombia,April 2016 Officiak Selection,Kids First!Film Festival,USA,April 2016
So,untuk perfiman Indonesia,maju dan sukses. Kitaa"bangsa"Indonesia harus mencintai film Indonesia.
Selamat Hari Air dan Bumi Sedunia 2016 ( D/s)
Keterangan foto: penulis bersama Bunda Uli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar