Selasa, 10 Mei 2016

Hidup Yang Menginpirasi Bersama SCTV

Tanggal 21 Februari 2016 yang lalu pemerintah Indonesia resmi memberlakukan aturan setiap belanja di supermarket maka dikenakan biaya sebesar Rp 200,-/kantong plastik.Dan uang pembelian plastik itu nantinya akan dibelikan alat-alat untuk membersihkan kota ataupun daerah yang terkena banjir misalnya akibat kurang sadarnya masyarakat membuang sampah sembarangan.Nah,cerita tentang "sampah" dan "kantong plastik" hanyalah sepenggal cerita seru yang mengispirasi para audiance yang hadir dalam acara INSPIRATO bersama Moh.Fajrid Rasyid (Cofounder&CFO Bukalapak),Deborah Dewi (GrafotologiID) dan M.Bijaksana Junerosano ( CEO of Greenation Indonesia).Acara yang disiarkan live streaming pada tanggal 10 Mei 2016 dari SCTV building ini dipadati oleh banyak mahasiswa dari berbagai kampus dan juga blogger
Keterangan foto: Fajrid dari Bukalapak
"Keberadaan internet saat ini sangat mendukung sekali dalam industri usaha terutama berjualan secara online.Tanpa harus memiliki modal yang besar",ucap Fajrid dari Bukalapak mengawali pembicaraannya.
"Kita tidak perlu takut ada perdagangan bebas,MEA,misalnya.Justru itu yang memacu kita untuk lebih aktif lagi berjualan.Kalau selama ini hanya di Indonesia saja,nah dalam perdangan bebas ini kita bisa lebih luas lagi cakupannya sampai luar negeri.Dengan adanya internet semua bisa dilakukan dengan mudah tanpa batasan.Dan kami dari Bukalapak sangat memdukung sekali Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ingin maju.Tidak saja pengusaha UKM yang sudah berjalan tetapi yang baru mau memulai ayo bergabung di Bukalapak.com"
Bukalapak yang awal berdiri secara sederhana tahun 2010 dengan modal seadanya alias minim.Namun memasuki tahun 2011 hingga sekarang tahun 2016 penjualannya berkali-kali lipat penjualannya.Situs online ini merupakan perusahaan s-commerce yang open place,artinya kita yang berkunjung ke situs tersebut bisa jadi pembeli dan penjual.Dan untuk meningkatkan penjualan ini dia rahasia yang dibagikan Fajrid.
Dalam berjualan memakai semua aplikasi yang ada di handphone android.Seperti line,what app,twitter,instragram.Semakin banyak permintaan barang harga bisa lebih murah lagi.Satu hal  lagi yang menjadi vision dari Bukalapak dan ini patut dicontoh untuk pemula,"bisnis jangan melihat dari sisi materi saja,tetapi bagaimana awalnya barang yang ingin kita jual dikenal dulu,dengan kwalitas yang bagus.Untung sedikit tetapi secara quantity banyak itu lebih baik",tambah pemilik akun twitter@fajridrasyid
Kisah yang menginspiratif bagaimana usaha yang semula dijalankan dengan modal minim tetapi karena semangat pantang menyerah kini Bukalapak menjadi pemain utama dalam bisnis jual beli online.
Untuk pembicara ke-2 adalah seorang wanita cantik,muda,smart,humble.Dia adalah Deborah Dewi,profesinya sebagai Grafologi.Apa itu?sebuah profesi yang menganalisa tulisan tangan.Memang tidak mudah mengenali karakter seseorang hanya dari garis tulisan saja.Banyak hal yang perlu dipelajari seperti tebal-tipisnya tu─║isan,gaya penulisan,miring,tegak,sambung dan masih banyak indikator lainnya yang menjadi pendukung dalam mengenal karakter seseorang.
Tetapi perempuan yang biasa dipanggil Debo ini bercerita banyak hal dari kegagalan sampai akhirnya bangkit dan bisa menerima kenyataan"Saya pernah gagal menikah,ayah saya yang seorang vegetarian Maret 2016 lalu dipanggil Sang Pencipta dan ibu saya secara mendadak divonis kena penyakit Dementia Alzheimer.Rasanya sulit menerima semua ini secar beruntun"
Tahun 2010 dari berbagai luka hidup yang dialaminya,perempuan berusia 35 tahun ini berusaha bangkit.Ia mempelajari ilmu Grafologi.Keahlian yang langka di Indonesia ini banyak membantu pihak kepolisian Indonesia dalam mengungkap kasus kriminal seperti pembunuhan
"Saya beruntung mendapat kesempatan belajar mengalisa tulisan tangan sehingga mengenal karakter sifat seseorang.Seperti Alzheimer yang dialami ibu saya.Dimana kepikunan tiba-tiba melanda dan beliau sulit mengenal orang terdekatnya,termasuk saya.Yang paling bahaya adalah ketika otaknya tidak INGAT lagi untuk memerintah anggota tubuh untuk bekerja karena kepikunan yang melanda,"tutur perempuan dengan prestasi TOP 100 Indonesia Youngters Indonesia versi majalah SWA.


Keterangan foto: Deborah aktif dalam kegiatan Alzheimer
"Sebagai anak dari ibu yang mengalami Alzheimer saya terpanggil untuk menjadi volunter.Penyakit ini biasanya dialami oleh orang berusia 65 keatas.Mereka yang mengalami tahu ada yang aneh dirasakan dalam dirinya.Tetapi inilah kesulitannya!Emosi susah terkontrol ingin curhat tetapi sulit mengkomunikasikannya sehingga timbul frustasi dan  yang menyedihkan sampai saat ini belum ada obatnya",tutur Debo yang dipercaya mewakili Indonesia sebagai Young Leader Alzheimer di komunitas Dementia Alzheimer tingkat dunia.Banyak hal yang dibahas seperti "treatment" yang terbaik untuk penderita
Perempuan pemilik akun twitter@GratologiID inipun memberikan Quote,"peristiwa itu tidak bisa dirubah tetapi kita dapat merubah respons peristiwanya.Yang saya alami adalah Mengelola Luka Menjadi Kekuatan Baru.Ubah pola pemikiran Anda,bagaimana bisa menang dari peristiwa dan bangkit!"
Sangat mengispirasi perjalanan hidup seorang Deborah Dewi yang sempat terpuruk,walaupun ia mengalami BaPer (bawa perasaan,istilah remaja sekarang),namun tidak berlarut,patut dicontoh ini. Kisah lain yang tak kalah inspiratifnya adalah seorang anak muda Bijaksana Junerosono.Saat sedang mengerjakan skripsi tentang"sampah",dosen pembimbing menolak.Namun ia terus maju karena sampah adalah masalah yang perlu dipikirkan dengan serius.

Setamatnya kuliah dari universitas negeri Bandung,Seno,begitu biasa pria ramah ini dipanggil,mendirikan perusahaan bersama temannya,Greenation Indonesia dimana salah satunya "tas" ramah lingkungan dengan kekuatan 1000x  dari tas biasa.Bag For Good.Dan pada tanggal 2q Februari 2016 dilakukan uji coba diet kantong plastik.Ada 2pilihan pada customer yang berbelanja di supermarket beli kantong plastik per-lembarnya Rp 200,- atau membawa tentengan sendiri
"Hal ini tujuannya untuk mendisiplinkan pembeli untuk tidak lagi memperbanyak sampah plastik.Sampah bukan saja tugas pemerintah untuk berpikir tetapi kita juga masyarakat diharapkan aware tidak lagi memperbanyak sampah.Dan kami,saya beserta teman-teman mengusulkan kepada pemerintah untuk menerapkan sistem beli kantong plastik Rp 200.
Foto:kampanye diet kantong plastik
Semoga cara ini efektif mengurangi penumpukkan sampah plastik dengan harapan tahun 2020 nanti Indonesia bebas sampah.Dan tentunya kita semua harus "aware" dan kerjasama agar tercipta Indonesia yang bersih dan sehat" 3 pembicara pilihan SCTV ini sangat menginspirasi dan memberi semangat untuk mendedikasikan hidup menjadi lebih berarti.Yuks,kita bersama bergandeng tangan menjadikan Indonesia negara yang bersih(D/s)

4 komentar:

  1. Balasan
    1. Mas Agung apa kabar?kok gak datang,banyak acara ya,he...he...he

      Hapus
  2. inspiratif banget ya Ka para pembicaranya. Aku suka semua, terutama mas Sano yang ngomongin soal sampah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul say,ternyata mas Sani itu toh yang mengilhami dibalik kantong plastik 200 perak di supermarket,he...he...he

      Hapus