Senin, 02 Mei 2016

Persembahan TEMPO,"Inovasi Perempuan Tanpa Batas"


Seandainya R.A.Kartini,pejuang emansipasi wanita masih ada beliau pasti bangga karena generasi penerusnya perempuan-perempuan Indonesia sudah maju pesat baik dari pendidikan,pemikiran bahkan dalam mengambil keputusan "mereka"sudah sejajar dengan kaum pria bahkan banyak yang lebih secara prestasi.Sebut saja Yohana Susana Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan&Perlindungan Anak),Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial),Leonita Sari (Pencentus Sistem Aplikasi Donor Darah),Sely Martini (Koordinator Program Indonesia Corruption Watch) dan Shintaries Nijrendra (Founder Blogger Perempuan).Dan 5 perempuan hebat "Penembus Batas" ini hadir di kesempatan Selasa 26 April 2016 dalam acara talkshow Perempuan &Inovasi yang dipandu oleh aktivis wanita,Debra Yatim.Bertempat di gedung Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Anak,Jln.Medan Merdeka 15,Jakarta juga di hadiri oleh Budi Setyarso,Redaktur Eksekutif Majalah Tempo.
Keterangan foto: Ibu Khofifah bersama bapak Budi dari Tempo
"Kami menerbitkan edisi khusus "Perempuan Penembus Batas" dalam rangka hari Kartini.Dimana di dalamnya banyak perempuan-perempuan hebat seperti yang berada dalam tampuk pemerintahan,bidan,guru yang bukan biasa tetapi luar biasa dedikasinya pada negara dan 5 pembicara Perempuan yang berprestasi",ucap Budi dalam kata sambutannya

"Perempuan Indonesia harus bersemangat mengejar kekurangan.Kita para perempuan harus maju dan turut menjadi bagian dalam pembangunan.Saya berharap perempuan Indonesia dapat menjadi role model bagi negara lain",ujar Menteri PPPA,Yohana Yembise ketika memberikan kata sambutan
Keterangan foto: Menteri Yohana
"Ada satu quote dari Jhon F.Kennedy yang saya suka save the woman,save the nation",imbuhnya lagi.
Sementara itu Menteri Sosial,Kofifah begitu perhatian sekali dengan kehidupan perempuan Indonesia terutama yang tingkat ekonominya menengah ke bawah
"Saat ini pemerintah sedang mencanangkan program Keluarga Harapan dimana setiap kepala keluarga miskin/single mom,diberikan sejumlah uang untuk membantu perekonomiannya.Ada juga kartu keluarga sehat.Semua itu tujuannya mensejahterahkan kaum perempuan",urai perempuan murah senyum ini kepada media yang hadir
Dan puncak acara ini adalah talkshow Perempuan dan Inovasi yang dipandu okeh Debra Yatim bersama 3 perempuan hebat Leonika Sari,Seĺly Martini dan Shintaries
Dimulai dari Leoni yang bercerita awalnya terbentuk Reblood dimana ia merasa terpanggil untuk membantu menyalurkan kebutuhan darah yang dirasakan stocknya kurang di  PMI.Dari 250 juta penduduk Indonesia kebutuhan darah setiap tahunnya kurang 5 juta kantong.
Keterangan foto: Leoni bersemangat cerita visi dari Reblood
"Dan banyak anak muda seusia saya yang ingin donor darah namun tidak tahu caranya.Untuk itulah dibuatkan aplikasi Reblood diharapkan aksi donor darah menjadi life style.Kami berusah agar kebutuhan darah tercukupi",tutur wanita muda berusia 22 tahun ini.
"Target saya pada 2020 aplikasi Reblood bisa dipakai di seluruh Indonesia",tambah perempuan berkulit putih yang pernah memperoleh beasiswa MIT untuk Online Course Entrepreneurship di tahun 2014
Sementara pembicara ke-2 seorang perempuan modis,berhijab dan memakai sepatu semi both,dia adalah Selly Martini.Ibu tiga anak yang konsisten mengawasi,menyoroti dan memerangi korupsi di tanah air.
"Hukuman untuk para pelaku korupsi di Indonesia belum membuat efek jera.Dalam hal keserakahan perempuan dan laki-laki,sama!Untuk itu kita para perempuan jangan ragu untuk perangi korupsi,dimanapun kita berada,dari hal terkecil di lingkungan kita",ujar wanita  peraih Honesty Oscar 2014 untuk kategori Best Activist of Leading Role.
Selly adalah koordinator program pada lembaga swadaya masyarakat Indonesia Corruption Watch.Dimana dia meraih 54% suara dari 6700 pemilih sari semua benua.Juri mengganggap Selly konsisten dalam berjuang melawan korupsi.Perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung jurusan Planologi ini merasa muak terhadap korupsi pada tahun 2002-2003,saat dia membantu Center for Urban and Regional Development Studies ITB.Pernah ketika dia bekerja sebagai asisten peneliti dalam sebuaproyek dimana dia bertugas mengurus administrasi tim termasuk mencairkan daba penelitian dari sejumlah lembaga pemerintah.Tetapi setiap kali mengambil uang,para pegawai di lembaga-lembaga tersebut meminta persenan.Hal itu semakin membuat dirinya muak betapa manusia tidak pria,perempuan sama rakusnya dengan uang
Keterangan foto: Shinta Ries dari Blogger Perempuan
Dan pembicara terakhir adalah ibu muda bermata indah Shinta Ries,Founder dari Blogger Perempuan "Saatnya perempuan Indonesia itu untuk melek teknologi digital.Dan kami Blogger Perempuan sangat mendukung sekali untuk para perempuan maju bersama.Di Indonesia jumlah blogger saat ini sekitar 5000 dan yang sudah terdaftar di kami sekitar 1000 blogger",ucap perempuan berhijab ini.Di Blogger Perempuan para perempuan bisa menulis banyak hal yang berhubungan dengan keluarga,karir,kuliner atau apa saja.Dan untuk Anda yang belum bergabung bisa klik di Facebook  dan twitter Blogger Perempuan
Keterangan foto: penulis bersama Tempo
Untuk Perempuan Indonesia mari bersama Menembus Batas (D/s)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar