Minggu, 12 Juni 2016

Sampoerna Academy:MeraihCita-cita Setinggi Langit

Dulu ketika zamannya saya masih kecil sekitar tahun 70-an orangtua selalu berpesan,"raihlah cita-citamu nak setinggi langit",yang artinya memiliki cita-cita setinggi-tingginya.Saat itu saya ingin jadi dosen,kakak saya jadi dokter dan insinyur.Dan itulah cita-cita paling tinggi saat itu dan ada kebanggaan tersendiri ketika bisa meraihnya.Beda dengan sekarang yang begitu banyak pilihan dan lebih spesifik.Misalkan saja ponakan saya  ktika ditanya mau jadi apa kelak maka ia dengan cepat menjawab ingin menjadi pengusaha,dokter spesialis jantung atau insinyur tehnik kimia,keren'kan...
Dan untuk mencapai cita-cita setinggi langit itu dibutuhkan pendidikan yang berkualitas dengan standard internasional walaupun bersekolah di Indonesia.Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dimana berbagai penduduk negara se-Asia bebas mencari kerja di Indonesia.Kita generasi muda wajib berbekal diri tentunya.Seperti apa bekal yang wajib dimiliki,inilah ceritanya
Bertempat di Rest.TeSate,Menteng-Jakarta,Jum'at 10 Juni 2016,media,blogger,alumni Sampoerna Academy dan tamu lainnya hadir dalam acara," Buka Puasa Bersama Putera Sampoerna Academy"
                                                     Foto:Mrs Nenny Soemawinata
"Sistem pendidikan di Indonesia itu sangat rendah dibandingkan negara Asia lainnya.Padahal sebentar lagi kita akan memasuki MEA.Tentunya kita tidak mau'kan tenaga asing datang ke Indonesia lebih mudah bekerja dibandingkan orang Indonesia sendiri.Karena apa?tingkat pendidikan mereka,orang asing itu lebih tinggi.Untuk itu kami dari Putera Sampoerna Foundation ingin berbagi kepada semua yang hadir disini bahwa sekarang telah ada Sampoerna Academy setingkat dengan SMA dengan curicullum internasional,bahasa pengantar Inggris namun tetap ada unsur pendidikan Indonesia",ujar Nenny Soemawinata selaku Managing Director Putera Sampoerna Foundation
"Sampoerna Academy ada di Malang dan yang terakhir di Bogor.Dimana semua siswa kami didik untuk disiplin,bertanggung jawab pada diri sendiri.Karena mereka tinggal di asrama.Dan bersama ini,disini telah hadir beberapa alumni Sampoerna Academy yang telah lulus dan diterima di universitas ternama!',lanjut wanita berwajah cantik ini.Dan kami semua terkagum-kagum mendengar cerita alumni Sampoerna Academy dengan kesuksesannya.Seperti apa cerita mereka?ini dia diantaranya,
Nur Wijaya
Jaya begitu biasa dipanggil bercerita bahwa berawal dari ketertarikkannya terhadap dunia perminyakan dan gas saat duduk dibangku SMA membuat pria kelahiran Blitar 3 Agustus 1995  ini mantap memilih jurusan petroleum engineering saat menempuh pendidikan di Texas Tech University,Amerika Serikat tahun 2013
                                                            Foto:Nur Wijaya
"Kesempatan belajar di Amerika Serikat memungkinkan saya menyerap berbagai perkembangan di bidang teknologi perminyakan.Sistem perkuliahan yang diisi dengan studi kasus dan kunjungan lapangan membuat saya tidak hanya berkutat dengan teori saja tetapi juga menguasai aspek penerapannya",ujar anak ke 4 dari 5 bersaudara iniPria lulusan Sampoerna Academy di Malang ini menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk belajar sebaiknya selama di Amerika Serikat.Fokus utamanya adalah belajar dan menyerap hal-hal positif yang didapatkan selama di Amerika dan diaplikasikan saat kembali dan bekerja di Indonesia.
Beragam pencapaian yang diraih pria semester 7 ini ini.Diantaranya president club badminton di Texas Tech University hingga April 2016,pemenang kedua dalam konferensi Southwestern Petroleum Short Course 2016.Dimana konferensi tahunan ini dihadiri oleh insinyur perminyakan seluruh dunia serta sejumlah mahasiswa tingkat S1 dan S2.Dan sekarang saat berlibur ke Indonesia,Jaya menjalani kerja magang sebagai production engineering intern di Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java.Harapan Jaya pengetahuan yang diperoleh saat bekerja bersama para profesional di industri perminyakan semakin membuka wawasannya
Rizky Nur Zairina
Terus Berprestasi dan Terus Berbagi inilah motto hidup perempuan lulusan SMAN 10 Malang Sampoerna Academy tahun 2009
"Di Sampoerna Academy banyak hal yang saya dapatkan selain pelajaran akademik pengalaman hidup membuat saya mengetahui dunia lebih luas lagi.Dan pengalaman yang tidak terlupakan ketika pertamakalinya  ke luar negeri saat pertukaran pelajaf ke New Zealand selama 1 bulan.Disana saya banyak belajar soal perbedaan budaya!",ujar gadis kelahiran Mojokerto ini
"Saya ingat ketika sekolah di Sampoerna Academy diajarkan kepedulian sosial,lewat community service.Kami harus membersihkan pasar,bina sosial ,mengajar murid TK dan SD  yang ada di sekitar lingkungan sekolah",kenang gadis yang akrab dipanggil Kiwi
Kebiasaan Kiwi berkontribusi kepada masyarakat terbawa hingga bangku kuliah.Selama mengenyam pendidikan di jurusan Industrial Engineering,West Virginia University,Amerika Serikat gadis berwajah manis ini akfif sekali dalam kegiatan volunteering dan charity.Salah satunya bersama Society of Woman Engineering Association dimana secara reguler dia mengundang anak-anak dari TK dan SD sekitar untuk mengikuti science faif di kampus dengan tujuan agar anak-anak lebih mengenal sains.Selain aktif di kampus anak bungsu dari 4 bersaudara ini menjadi volunteer untuk Ronald McDonald Charity House  dan menjadi penggalang dana untuk anak-anak kurang beruntung ketika Natal.
Aktif diluaran,tidak membuat prestasi Kiwi dalam akademik turun.Justru seimbang!Kiwi terpilib menjadi anggota Mortar Board Laurel  Chapter (perkumpulan 50 mahasiswa terbaik di kampus),founder dari International Student Engineering Association (ISEA),lembaga yang membantu mahasiswa dalam perkuliahan
"Saya bangga lulus dari Sampoerna Academy.Banyak ilmu yang saya pakai.Terutama kurikulum nasional dan international cambridge (IGCSE) dan bahasa Inggris yang saya gunakan setiap hari selama di SMA sangat membantu dalam komunikasi selam kuliah di Amerika".
Sangat membanggakan prestasi Kiwi yang lulus dari kampus 14 Mei yang lalu dengan nilai akademik yang luar biasa yaitu Summa Cum-Laude dengan IPK 3,97.Wow...luar biasa!kagum deh
Erriawan Firdauszaman
Bukan seorang yang ambisius,tidak perfeksionis dan juga tidak religius.Menjadi diri sendiri dan mengerjakan apa yang disukai dan tekun melakukannya,itulah yang menjadi prinsip dasar pria lulusan Sampoerna Academy Malang ini yang berhasil menempuh pendidikan sarjana di West Virginia UniversitymMorgantown,West Virginia,Amerika Serikat
Erri,begitu sapaannya!Ia tidak ambisius untuk menargetkan menjadi mahasiswa terbaik.Namun yang terpenting baginya adalah focus dan belajar sungguh-sungguh.Erri seorang yang gigih dan memiliki semangat belajar yang tinggi.Dan kegigihan itu membuahkan hasil yang memuaskan dengan  predikat lulusan terbaik Summa Cum-Laude dengan IPK 3,91.Dan bermodalkan IPK yang nyaris sempurna,pria berkacamata ini memutuskan untuk kembali ke Indonesia sejak 18 Mei 2016 lalu dan berkarier di tanah air.
"Perminyakan Indonesia sekarang dikuasai oleh Amerika Serikat.Cita-cita saya bikin Indonesia tidak tergantung pada teknologi Amerika.Beli teknologi tidak apa darisana tetapi tetapi semuanya yang mengerjakan orang Indonesia.Setidaknya saya kuliah disana,saya melihat sendiri mereka itu tidak lebih pintar dari kita tetapi kita juga bisa lebih pintar dari mereka",ujar pria kelahiran 27 September 1993 yang bercita-cita menjadi pengusaha
Itulah  sekelumit cerita profil pelajar USA Alumni Sampoerna  Academy.Semoga cerita kesuksesan ini semakin menambah semangat adik-adik yang saat ini duduk di kelas 3 SMP untuk mendapat nilai terbaik agar bisa sekolah di Sampoerna Academy dan kelak mendapat bea siswa untuk kuliah di universitas ternama di USA (D/s)

2 komentar: