Minggu, 31 Juli 2016

Cerita 1:Bersama PRIMA Meraih Depan Cerah Anak Indonesia

Sudah lebih dari 2 bulan ini berita tentang Vaksin Palsu menjadi pemberitaan hangat.Baik di media televisi,cetak maupun online.Keberadaan vaksin palsu diketahui justru setelah anak-anak menerima vaksin.Itulah yang sangat meresahkan para orangtua,bagaimana jika vaksin itu mengancam kesehatan si anak dikemudian hari?
Tentang kesehatan dan tumbuh kembang anak kadangkala para orangtua mengganggap sepele berharap itu hal yang nantinya akan berubah setelah besar nanti.Seperti yang terjadi pada bocah di Karawang yang mengalami obesitas di usianya yang baru10 tahun tetapi berat badannya mencapai 140kg.Untuk anak seusianya berat badan normalnya adalah diangka 39 kg.Begitupun ketika anak di usia 10 tahun namun under weight dengan berat badan hanya 25 kg.Karena sesuatu yang berlebihan ataupun kurang gizi akan berdampak tidak bagus pada tumbuh kembang anak.
Inilah yang kadangkala tidak disadari para orangtua untuk memeriksakan kondisi perkembangan anak sejak lahir.Karena masalah tumbuh kembang anak dimulai sejak 1000  Hari Pertama Kehidupan,seperti yang dikatakan oleh DR.dr.Aman Bhakti Pulungan,Sp.A (K)  dalam acara Bincang Santai-Seribu Hari Pertama Kehidupan Optimal Masa Depan Anak Indonesia Cemerlang ,Sabtu 23 Juli 2016.Acara yang dihadiri oleh insan media dan blogger ini selain dokter Aman ada juga Dr.Antonius Pudjiadi,Sp.A (K) dan Dr.Bernie Endyarni Medise,Sp.A (K),MPH.
Keterangan foto: Dr.Aman Pulungan
Sebagai blogger saya paling bersemangat kalau diajak liputan kesehatan terutama yang berkaitan dalam hal tumbuh kembang anak.Karena sebagai ibu,saya belumlah maksimal dalam memperhatikan tumbuh kembang si kecil.Seperti ketika anak saya Meylisa berusia 4 tahun dalam kosakata Meylisa sangat minim.Baru bisa mama,papa,num (minum),kan ( makan).Tidak terlalu banyak yang anak saya ketahui dan itupun diucapkan tidak begitu jelas alias cadel.Sampai usia 5 tahun perbendaharaan bahasanya dikit sekali.Di usia itu saya baru "sadar" ada yang tidak beres pada anak saya.Yang akhirnya saya bawa ke dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.Untungnya masih bisa tertolong walaupun harus ekstra sabar membantu Meylisa untuk tidak malas bicara dan mengajarkan banyak kota kata. "Masa pertumbuhan dan perkembangan pesat pada seorang anak terjadi selama 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak terjadinya pembuahan dalam kandungan hingga ulangtahun kedua seorang anak.Pada usia 2 tahun anak akan mencapai sekitar separuh dari tinggi badan akhirnya dan volume otak telah mencapai sekitar 80% volume otak dewasa",ujar dr.Aman memberi penjelasan "Para orangtua kadangkala tidak menyadari adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehidupan anak.Misalkan perawakan pendek atau kurus anaknya normal dan dapat dikejar saat mencapai pubertas.Padahal semua ini tentunya tidak semudah itu.Jika dikehidupan 1000 hari pertama kehidupan tidak segera dikoreksi,maka anak mengalami resiko jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidup di masa dewasa",tambah dokter murah senyum ini. Be...nar sekali kata dokter Aman.Saya sendiri sebagai ibu rasa "aware"  untuk kondisi anak kurang.Berpikir semua itu wajar dan berubah dengan sendirinya.Ah,Dennise memangnya sulap bisa berubah secepat itu.Bim sala bim berubah....mana ada ya. Yuk aku lanjutin cerita menarik seputar Masa Depan Anak Cemerlang Siapa orangtua yang tidak ingin anaknya tumbuh sehat dan cerdas.Harapan semua orangtua.Namun berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melaporkan kejadian Stunting yang tinggi sebesar 37,2% serta gizi kurang dan buruk 19,6%. Apa itu Stunting? Ini masalah kurang gizi kronis yang sudah terjadi mulai janin dalam kandungan dan baru nampak setelah anak usia 2 tahun.Stunting bisa terjadi disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama dan pemberian makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi Hal inilah yang menjadi konsentrasi para dokter anak.Adanya keseimbangan gizi dan nutrisi pada anak.Karena asupan gizi yang tepat mendukung tumbuh kembang anak.Anak tidak kekurangan gizi namun tidak juga menjadi obesitas.Jadi sebagai orangtua harus bagaimana ya?
Kita,para orangtua harus melakukan pemantaun tumbuh kembang anak secara berkala agar tanda gangguan pertumbuhan dan keterlambatan perkembangan dapat diketahui sedini mungkin.
"Pemantauan pertumbuhan dapat dilakukan antara lain dengan cara pengukuran berat badan,tinggi badan dan lingkar kepala secara berkala",tutur Dr Bernie Endyarni Medise,Sp.A(K).Seperti siang itu,bertempat di Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak,Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,dokter cantik ini memperagakan bagaimana mengukur berat,tinggi dan lingkar kepala anak pada Binar,putri kecil seorang blogger Annisa Nugraha yang juga turut hadir siang itu
                                                             Keterangan Foto:pengukuran pada Binar
"Seorang anak dinyatakan sehat ketika kita mengecek dari ukuran standard.Caranya seperti apa dengan mencatat berat,tinggi dan lingkar kepalanya.Lalu data tersebut kita masukkan ke Aplikasi Digital Prima dimana hasilnya akan akurat!",jelas Dr.Bernie
Sejak awal saya hadir jam 8.30 pagi saya sudah penasaran tentang aplikasi yang di gagas oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI).Apa sih PRIMA itu?apa saja isinya?bagaimana cara menggunakannya,ribetkah?karena zaman sekarang maunya'kan yang simple.Acara yang dipandu oleh Ferly ini dimulai sekitar pukul 9.30 pagi.
"Mbak ini ada langkah-langkah untuk install aplikasi PRIMA",kata penerima tamu saat saya tanda tangan kehadiran sebagai blogger.
IDAI ini memang bagus ya buat acara,excellent banget!Betapa tidak selain diberikan panduan kepada peserta disana juga dihadirkan para staff EDP yang paham tentang aplikasi.Karena'kan tidak semua blogger pintar ketika TAB-nya hang atau loadingnya lama.Hal ini yang saya alami.Kok sudah mendaftar tetapi lama loadingnya.Ternyata TAB saya yang hang.Terimakasih banget saya dibantu sampai akhirnya aplikasi PRIMA tampil di TAB saya
Oh ya,jarang sekali saya hadir di acara yang mengedepankan Indonesia.Biasanya MC hanya membuka acara,berdo'a dan membacakan susunan acara.Namun ini yang menarik di acara ini.Kami semua peserta menyenyanyikan lagu Indonesia Raya penuh hikmat dan dilanjutkan dengan Himne Dokter Anak Indonesia,lagu yang baru pertamakali saya dengar namun menyentuh syairnya.Seperti ini lagunya...
Sebagai pembicara pertama adalah Dr.Aman Pulungan
"Di Indonesia jumlah anak sekitar 95 juta dimana setiap tahunnya lahir sekitar 5000 orang anak.Indonesia membutuhkan sekitar 7000 lebih dokter anak namun yang ada hanyalah sekitar 3700-an dokter.Padahal dimasa 1000 hari pertama kehidupan anak orangtua dan dokter anak sama-sama bergandengan tangan untuk aware dalam tumbuh kembang anak.Tidak cukup dokter saja karena jumlahnya terbatas.Namun kalau hanya orangtua saja tidak aware juga dalam tumbuh kembang anak".
Memang benar sih,terutama di kota metropolitan banyak para orangtua yang meng-gangtungkan tumbuh kembang anaknya hanya pada dokter anak saja.Padahal anak itu tumbuh kembangnya adalah tanggung jawab orangtua sepenuhnya.
"Untuk itulah IDAI membuat aplikasi PRIMA,diharapkan dengan adanya aplikasi ini para orangtua dapat berperan aktif dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak"
Seperti Apa aplikasi PRIMA itu?
"Aplikasi PRIMA ini sangat bermanfaat untuk para orangtua terutama yang memiliki balita.Karena dari aplikasi ini bisa dipantau tumbuh kembang anak,jadwal imunisasi dan ada rekam riwayat pertumbuhan anak dengan cara memasukkan data.Umur,tinggi,berat badan baru setelah itu di submit",ujar Dr.Antonius Pudjiadi,Sp.A(K),memberikan pemberikan penjelasan di depan awak media
"PRIMA di download lebih dari 2000 dokter di Indonesia dimana sekitar 1300 dokter aktif menggunakan.Kalau dokter saja aktif menggunakan,kami juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk aktif juga.Untuk yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak bisa langsung dimanfaatkan aplikasi ini.Tetapi untuk yang belum mempunyai anak atau single bisa share informasi seputar aplikasi PRIMA ini",imbuh dokter Anton
Awal melihat logo PRIMA saya langsung jatuh cinta.Sentuhan Indonesia sekali karena di desain dengan batik Sido Luhur dimana filosofinya berhati dan berpikir luhur
Bertepatan di Hari Anak Indonesia 23 Juli 2016,secara resmi IDAI meluncurkan aplikasi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Yang disebut dengan Aplikasi Program IDAI untuk Membangun Anak Indonesia (PRIMA).
                                           Foto:ki-ka,Dr.Bernie,Dr.Aman& Dr.Anton meresmikan aplikasi PRIMA
Melalui aplikasi ini pertumbuhan anak dapat dipantau menggunakan kurva pertumbuhan milik Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO) dan kurva dari Center for Disease Control and Prevention (CDC,2000).Indikator yang umum digunakan di Indonesia adalah indikator berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan juga ada indikator lain seperti indikator tinggi badan menurut usia (TB/U) dan indikator berat badan menurut usia (BB/U) serta lingkar kepala.Sementara itu perkembangan anak dapat dipantau menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).Kuesioner ini telah dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan yang bekerjasama dengan IDAI dan organisasi profesi lain berisi 9 atau 10 pertanyaan sesuai dengan kelompok usia.
Jadi untuk para orangtua segera download aplikasi PRIMA di android Anda.Temukan banyak artikel kesehatan yang membuat Anda dan saya semakin cerdas karena banyak memperoleh pengetahuan.Di Cerita- 2 nanti saya akan berbagi cerita tentang pengalaman bersama PRIMA dan untungnya memakai aplikasi karya IDAI ini.Selalu bersama saya ya,di cerita Dennise
Kesehatan Anak Adalah Tanggung Jawab Orangtua
1000 Hari Pertama adalah Kehidupan Optimal Untuk Anak

4 komentar:

  1. wah, aku baru tau aplikasi PRIMA ini kak, boleh juga nih dicoba2. Makasih infonya ya kaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Zata,bgmn anakmu sudah sembuh?Zata,aplikasi ini bagus loh untuk memantau tumbuh kembang si kecil termasuk juga riwayat kesehatan bisa dipantau

      Hapus
  2. Ini aplikasi baru ya? Kayanya menarik buat dicoba, tfs ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak,dari IDAI utk langkahnya ada di cerita 2,he...he...he

      Hapus