Minggu, 31 Juli 2016

Terminal 3: Karya Anak Bangsa Kebanggaan Indonesia

Hallo selamat pagi...
Saya Dennise Sihombing asal dari Medan,Sumatra Utara.Sebagai putri daerah tradisi mudik alias pulang kampung seringkali saya lakukan dengan naik pesawat.Generasi usia saya 40-an jika dulu pernah naik pesawat,pasti pernah merasakan naik pesawat dari Bandara Kemayoran Jakarta Pusat dan Halim Perdana  Kusuma,Jakarta Timur. Bandara Kemayoran dan Halim Perdana Kusuma ( saya pulang ke Medan antara tahun 1976-1984 ) yang saya ingat adalah bandara yang sederhana.Area tunggu penumpang dan toilet.Itu saja.Ya,di zaman itu fungsinya bandara hanya sekedar untuk pulang pergi penumpang dari dan datang ke Jakarta.Dan pesawatnya juga tidak banyak pilihan hanya Garuda,Pelita Air Service (milik Pertamina),Hercules (milik TNI-adanya di bandara  Halim) dan sekitar 2 pesawat lagi yang sekarang sudah tidak ada lagi.
Sekarang bandara Halim masih aktif walaupun diperuntukkannya terbatas hanya untuk penerbangan militer,VVIP dan charter.Bandara zaman dulu tidak ada sentuhan etnis dan unsur bisnis.Berbeda tentunya dengan bandara sekarang,Soekarno Hatta (SOETA) yang resmi dioperasikan sejak tahun 1985.Semakin hari penampilannya semakin dipoles cantik,elegant da nyaman.Walaupun pesawat delay ( tertunda keberangkatannya),namun seperti tidak rasakan.Karena suasananya enak.Apalagi kalau Terminal 3 sudah diresmikan,lebih nyaman lagi suasananya.Oh ya di Bandara Soekarno Hatta,jika saya naik Garuda melalui Terminal 2 namun yang non Garuda melalui Terminal 1.Antara terminal 1 dan 2 fasilitasnya hampir sama.Ruang tunggu,smoking area,ATM,Money Changer dan Musholla.
Nah,menjadi sesuatu yang berkesan bagi saya ketika berkesempatan mengunjungi Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 17 Juli 2016 dalam rangka Halal Bihalal dan memperkernalkan Terminal 3.Pasti yang ini beda,sesuatu bangets- lah.Acara bersama Liputan 6 dan Angkasa Pura 2 ini dihadiri oleh puluhan blogger.Dari tower SCTV kami berangkat menggunakan bis pariwisata.Sesampainya  disana kami disambut oleh bapak Haerul Anwar
"Selamat datang di Terminal 3 para blogger",sambut Pak Haerul ketika kami sampai di public area.
"Ini adalah terminal 3 yang rencananya akan di launching di pertengahan Agustus mendatang.Saat ini yang beroperasi di tahun 2016 baru domestik pesawat Garuda Indonesia dan di 2017 direncanakan beroperasi penerbangan internasional
"Inilah enaknya sebagai blogger yang saya rasakan,tahunya lebih banyak dan boleh lagi banyak tanya ini itu
"Pak menarik sekali terminal 3 ini.Beda dengan terminal 1 dan 2,sepertinya kental ya sentuhan Indonesia-nya?!",tanya saya.Karena saat saya dan teman-teman blogger berjalan mengeliling area terminal yang luasnya 422.804m2 dan panjangnya 2,4km dari ujung ke ujung saya memperhatikan ada lukisan yang terbentang panjang di dinding lobby ruang tunggu dan ornamen ukiran
"Betul mbak!Terminal 3 ini memang di desain  dengan konsep Budaya Indonesia tetapi modern .Seperti ketika datang tadi kesini mungkin di antara Anda ada yang melihat Janur kuning.Janur identik dengan Indonesia dimana melambangkan selamat datang.Dan ornamen yang ada disinipun terbuat dari lokal seperti  ukiran Toraja,Papua maupun motif batik Kawung",cerita pria ramah ini Art and Culture ini memang yang menjadi ciri khas dari Terminal yang memiliki 10 gates international dan 18 gates domestik.Disana,ada sekitar 20 lukisan karya seniman Indonesia.Sebut saja Sardono W.Kusumo yang membuat lukisan tentang ruang,kecepatan dan ketinggian.Lukisan ini dapat diartikan pesawat yang terbang secara cepat melesat di udara.Ada juga pelukis lain yang ikut berkontribusi seperti Awan Simatupang,Eko Nugroho dan Pintor Sirait
Keterangan foto ki-ka:Pak Budi,Pak Reinald dan MC
"Lukisan-lukisan ini memang sengaja kami pajang di tempat-tempat yang strategis dengan tujuan memperkenalkan karya anak bangsa pada internasional saat mereka landing di bandara Soekarno Hatta melalui terminal 3 ini",ungkap Prof Reinald Kasali,PhD,komisaris utama PT.Angkasa Pura 2,di acara bincang-bincang bersama blogger dan media massa.Hadir juga bapak Ir.Budi Karya Sumadi,Presiden Direktur Angkasa Pura 2 Acara santai yang dipandu oleh Mc kocak juga diselingi dengan hiburan musik dan lagu
"Inilah cara kita memperperkenalkan kepada dunia international bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan budaya dan sentuhan etniknya.Dan kami juga mengajak para pengusaha lokal untuk berkontribusi seperti ada foodcourt yang menjual makanan khas Indonesia,bakery,kedai kopi namun tentunya tidak menutup merk asing untuk ada juga disini,seperti Starbuck.Siapa yang tidak mengenal kedai kopi ini.Diseluruh dunia gerainya ada,karena merek ini sudah mendunia.Jadi ada kopi lokal ada juga luar.Tinggal konsumen memilih kesukaannya.Karena Terminal 3 ini merupakan gerbang untuk tamu-tamu asing",imbuh pria berkulit putih ini
Terminal 3 ini memang kereeen....ya
Saya sudah keliling,melelahkan namun mengasyikkan.Terminal ini terdiri dari 5 lantai.Lantai 1 untuk terminal kedatangan dan 2 untuk keberangkatan.Sisanya untuk lounge dan perkantoran.Lantai keramiknya licin....kinclong dan langit-langitnya bermotif prisma mengkilat yang dipadu dengan tata cahaya yang jreeng....kerennya.Buat saya terus berdecak kagum melihat keindahan dan kemegahan terminal yang menelan dana investasi triliun-an rupiah
"Pak apa istimewanya dari terminal 3 ini?",pertanyaan ini ditujukan kepada bapak Ir.Budi Karya 
"Seperti yang diceritakan diwal oleh Pak Reinald bahwa Terminal 3 ini merupakan gerbang untuk tamu asing yang artinya pintu tamu luar negeri datang ke Indonesia.Nah,disinilah kami mengedepankan seni dan budaya Indonesia.Mulai dari lukisan,ukiran dan ke depannya makanan-makanan khas Indonesia juga ada gerai-gerai untuk cendera mata Indonesia.Selain itu di ruang tunggu kami juga menyediakan play ground untuk anak-anak.Diharapkan tidak ada kejenuhan saat menunggu.Dan yang teristimewa terminal 3 ini dilengkapi dengan CCTV yang bisa menditeksi orang yang dicurigakan dan Daftar Pencarian Orang (DPO),terminal lain belum ada",ucap pria berkacamata ini.Dengan bersemangat beliau melanjutkan ceritanya,
                                                 Foto:dokumensi milik PT.Angkasa Pura 2
"Tentunya ada pertanyaan yang timbul bagaimana mengetahui DPO dan orang yang dicurigakan? Kami sudah mendapat daftar DPO baik dari kepolisian,kehakiman maupun instansi lain lengkap dengan nama,foto dan ciri-cirinya.Setiap orang yang masuk ke Terminal 3 ini kamera CCTV meng-capture.Awalnya semua berwarna kuning.Namun jika ada yang dicurigakan warna itu akan berubah dan di ruangan CCTV akan berbunyi alarm sebagai tanda orang tersebut dicurigai.Jadi setiap orang yang datang kesini langkahnya terekam oleh CCTV.Misalnya saja seseorang berlama-lama di ATM namun tidak melakukan apa-apa tetapi matanya berkeliling melihat lingkungan sekitar.Alarm akan berbunyi di ruang CCTV dan petugas segera menuju TKP untuk memastikan apa yang akan dikerjakan orang tersebut",wow...canggih ya
                                              Foto:dokumentasi milik PT.Angkasa Pura
Seperti gambar yang saya peroleh dari staf Angkasa Pura 2 jelas sekali terlihat gerak-gerik tamu yang mencurigakan.Misalnya anak muda ini,ketika datang membawa tas namun tiba-tiba meletakkan begitu saja dekat tempat sampah.Tentunya ini menimbulkan kecurigaaan yang patut di tindak lanjuti.
Sekarang Pak Budi Karya Sumadi sudah menjabat menjadi Menteri Perhubungan.Selamat ya pak....namun saya berharap apa yang menjadi rencana bapak untuk kemajuan Terminal 3 dapat direalisasikan oleh presiden direktur yang akan menggantikan bapak.
Seperti kerjasama dengan PT.Kereta Api Indonesia (KAI),rencananya akan dibangun jalur kereta api dari stasiun kereta Manggarai menuju bandara.Nursery Room (ruang menyusui) dan hotel.
Sebagai warga Indonesia saya bangga dengan karya anak bangsa Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.Pak Budi,pak Reinald telah banyak berdedikasi membangun terminal kebanggaan bangsa Indonesia.Semua dilengkapi dengan sistem canggih,modern namun tetap mengedepankan unsur Seni dan Budaya Indonesia.Sukses untuk Terminal 3 yang akan segera beroperasi di bulan Agustus,majulah Indonesiaku bersama Bandara Soekarno-Hatta.Dan selamat bertugas untuk Pak Budi Karya Sumadi di jabatan yang baru (D/s)
                                   Kebahagiaan para blogger usia liputan di Bandara Soeta


4 komentar:

  1. Keren.. uda kaya di luar negeri aja ya cara mengenali org yg mencurigakan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terobosan baru mbak dari Angkasa Pura 2.Salah satu idenya dari Pak Budi Karya yang kini sudah menjadi Menteri Perhubungan

      Hapus
  2. wah memang abndara internasional itu harus bagus ya, pintu gerbang masuk oranga sing sehingga terkesan

    BalasHapus
  3. Setuju...mbak.Jadi Indonesia tidak saja dikenal dengan masyarakatnya yang ramah namun budaya dalam sentuhan etnik melalui bandarapun dapat dikenal

    BalasHapus