Sabtu, 06 Agustus 2016

Vaksinasi Kebutuhan Sepanjang Usia

Membaca judul tulisan ini,mungkin Anda bertanya,seusia saya 40-an,50-an masih butuh vaksin,Ah...bercanda kamu Dennise.Gak beneran loh!Hal ini juga baru saya tahu dari Prof Sri Rejekiyang mengatakan," Sepanjang umur kita,termasuk yang sudah manula butuh vaksin.Tentunya vaksin yang didapatkan tidak sama dengan anak-anak.Misalkan saja vaksin flu.Ini bermanfaat ketika akan pergi jauh ke luar negeri,misalnya!"
Oh ya benar juga ya.Bicara tentang vaksin seru.Ada yang setuju dan ada yangmenolak untuk di vaksin.Penolakkan itu karena informasi yang kurang dimengerti.Apalagi sekitar 2 bulan yang lalu Indonesia berduka dengan adanya vaksin palsu yang korbannya banyak anak kecil.Kondisi ini semakin membuat masyarakat dihimpit rasa takut untuk vaksinasi.Apa sih itu vaksin dan seberapa pentingnya untuk kita?Semua ini terjawab dalam Diskusi Panel Sehatkan Anak Indonesia Dengan Imunisasi.Nara sumber yang hadir sangat kompeten di bidangnya  antara lain Prof.Dr.Sri Rejeki (Anggota Satgas Imunisasi Vaksin Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia ),Dr.Jane Elizabeth Soepardi ( dokter Surveiland dan karantina kesehatan)

Bertempat di Park Lane Hotel,Jakarta Prof.Sri memberikan penjelasan tentang vaksin.
Vaksin itu adalah cairan yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia.Vaksin tidak perlu di proses di dalam tubuh langsung diterima dan diberikan pada orang yang sehat gunanya untuk mencegah dari infeksi penyakit tertentu",ucap Prof Sri dihadapan puluhan blogger
"Coba ada yang bisa membedakan apa itu Vaksinasi da  Imunisasi?",tanya profesor
"Vaksinasi itu bekerja merangsang sistem kekebalan tubuh dan imunisasi adalah memberi perlindungan penyakit tertentu",jawab salah satu blogger
"Benar,namun lebih tepat lagi antara vaksin dan imunisasi saling terkait.Dimana imunisasi itu memberi suatu zat vaksin menjadi imun/kebal.Dengan adanya imunisasi memberikan perlindungan penyakit tertentu"Perlu diketahui bahwa pemberian vaksin untuk anak-anak itu gratis dari pemerintah alias tidak bayar yang dapat dilakukan di Posyandu/Puskesmas.Sekarang ini banyak yang gengsi datang ke tempat yang di suport oleh pemerintah.Malu...sudah antrinya lama pelayanannya lama lagi.Namanya pelayanan umum ya harus sabar dalam antrian.Namun ini yang menyenangkan,
"Semua imunisasi untuk anak balita gratis dari pemerintah dan AMAN tidak ada vaksin palsu.Karena vaksin yang diberikan dibawah pengawasan Komnas Perlindungan anak dan telah lulus BPOM",ucap Prof Sri mantap
"Hal lain yang perlu diketahui bahwa tiap negara itu punya program imunisasi yang berbeda.Jadi belum vaksin yang dari luar negeri itu cocok untuk di Indonesia.Pokoknya vaksin yang aman itu yang dari pemerintah karena pemerintah Indonesia menjamin vaksin yang diberikan itu asli dan tidak ada yang KW"
Mau tahu dong imunisasi apa saja yang gratis yang didapatkan anak bayi?ini dia vaksinnya:
BCG

Mencegah terjadinya penyakit Tuberkolosis yang diberikan sejak bayi lahir
Hepatitis B
Mencegah terjadinya Hepatitis B diberikan 12 jam setelah lahir
POLIO
Berguna untuk mencegah Polio
DPT
Dipteri,Pertusis (batuk 100 hari) dan Tetanus.Ke-3 nya dapat dicegah dengan suntik DPT ketika bayi baru berusia 6 minggu
CAMPAK
Diberikan pada usia bayi 9 bulan setelah itu 6 tahun
Inilah bahagianya jadi blogger,banyak dapat pengetahuan baru.Putri saya sudah remaja.Lagi masih kecil sudah melewati imunisasi yang gratis dari pemerintah.Tetapi saat Q& A dengan Prof Sri,saya bertanya apakah remaja saya masih butuh vaksin? ternyata masih perlu di vaksinasi untuk HPV,dimana vaksin ini berguna untuk mencegah kanker rahim sejak dini,karena remaja saya sudah mengalami haid dan vaksin Hepatitis.Ooo..hal ini belum saya lakukan.Untung saya datang ke acara jumpa blogger ini.
Oh ya ini lagi pengetahuan yang saya dapat di kesempatan Bincang Blogger,Jum'at 29 Juli 2016 bahwa isi dalam vaksin itu beraneka macam seperti pelarut,stabizer,antigen,pengawet yang efeknya bisa demam.Jadi para ibu kalau anaknya demam setelah imunisasi jangan panik ya!itu biasa...
Bagaimana Peran Serta BPOM?
Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) adalah instansi resmi yang ditugaskan oleh pemerintah untuk untuk mengawasi peredaran obat termasuk vaksin di Indonesia
"Biofarma satu-satunya perusahaan farmasi di Indonesia yang memproduksi vaksin.Dan produksi vaksin Indonesia itu diakui oleh WHO dan lulus sertifikasi WHO.
"Sekarang ini banyak obat palsu yang tidak ada nomor BPOM nya tetapi beredar luas di masyarakat demikian juga dengan obat kadaluarsa.Biasanya obat-obatan ini beredarnya di toko obat di pinggiran bukan apotik.Karena pengadaan sarana farmasi obat harus memiliki surat peredaraan yang ditandatangani olrh apoteker terkait dan pemasok obat haruslah yang legal.Jadi di pastikan obat-obatan di apotik adalah obat asli karena selain pengawasan yang ketat jalur dari distribusi obat diatur oleh PERMENKES No.30,35 tahun 2014",ucap Engko Sosialisme dari Direktorat Tata Kelola Obat Publik Ditjen Kefarmasi dan Alkes Kementerian Kesehatan
"Di Indonesia selain ada vaksin lokal ada juga import.Untuk vaksin ini pemerintah melakukan sampling sebelum memperoleh Lot Release.Sekarang,
BPOM bersama Kemenkes mengawasi peredaran obat di Indonesia.Namun tidak saja instansi yang terkait yang wajib mengawasi,masyarakatpun perlu,Misalnya seperti kejadian vaksin palsu.Ketika hal itu diketahui bisa menghubungi Call Center Halo BPOM.Dimana laporan akan diverifikasi.Sebagai informasi untuk masyarakat bagaimana mengetahui obat itu asli/palsu bisa dilihat :

  • Apakah ada nomor batch?
  • Apakah ada nomor BPOM,
  • Apakah ada barcode?
  • Apakah da label yang jelas?
  • Apakah expired datenya ada dan belum lewat? 
Ini bisa dipelajari oleh masyarakat dan tidak sulit.Ketika hal semua diatas ada dipastikan asli dan tentunya harus beli di apotik resmi bukan toko-toko obat di jalan yang ilegal dan sulit dibuktikan keasliannya ( D/s)

2 komentar:

  1. anakku minggu kemarin baru imunisasi campak untuk umur 2 tahun, di puskesmas, kata bidannya nanti imunisasi lagi pas kelas 1 SD, 2 SD dan 3 SD

    alhamdulillah di puskesmas bebas vaksin palsu, tiap mau diimunisasi juga bidannya nunjukkin info (expired, label dll) di botol vaksinnya

    BalasHapus
  2. Betul mbak,yang aman itu di Puskesmas & Posyandu.Selain itu gratis lagi

    BalasHapus