Kamis, 03 November 2016

Indonesiaku,Negeri Kaya Yang Terus Berjuang


Sejak zaman nenek moyang kita Indonesia dikenal dengan penduduk yang gemar bercocok tanam.Indonesia pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang,Oleh para penjajah diakui Indonesia sebagai negeri yang kaya dan lahannya subur.Itulah mengapa mereka betah lama karena hasil buminya banyak dan bisa kirim ke negaranya Tentunya disana selain langka juga mahal.

Indonesia beda dengan negara lain seperti New Zealand saat menanam tanaman seragam,hanya rumput.Namun Indonesia sumber hayatinya sangat luas dalam 1 jengkal tanah bisa ditanam beberapa jenis tanaman.Hebat ya negeri kita.Tetapi mengapa Indonesia saat ini mengalami krisis pangan pertanian padahal negaranya subur?
Pertanyaan ini terjawab ketika saya dengan teman-teman blogger hadir di Media Talk,Memajukan Pertanian Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Hak Atas Pangan,Minggu 30 Oktober 2016
Bertempat di Hotel Ibis Jakarta acara yang diprakarsai oleh Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAAPPMI) mengundang pembincara andal seperti Tjuk Eko Hari Basuki (Kepala Pusat Ketersedian Kerawanan Pangan Kementerian Pertanian),Noor Avianto ( Direktorat Pangan &Pertanian Bappenas),Dini Widiastuti (DirekturProgram Keadilan Eko-OXFAM ),Khudori (Pengamat Pangan &Pertanian FAA PPMI dan Dea Ananda (Public Figure/artis) 
Dengan kehadiran Sabiq Carebesth seniman sastrawan yang tampil sebagai moderator acara terasa hidup,apalagi Sabiq senantiasa melemparkan cetusan-cetusan konyol yang membuat pembicara juga peserta seminar turut tertawa,geeerrr...lucu!


 "Petani kita dari dulu sudah mempunyai pengetahuan dan kepekaan dalam mengenali tanda-tanda alam
.Tanda ini dijadikan sebagai patokan dalam bertani sesuai dengan perubahan musim",ucap Pak Tjuk 
Dulu,iklim bisa terbaca oleh petani biasanya hujan di mulai di September-Februari.Namun sekarang sulit di prediksikan faktanya musim kering datang 30 hari lebih cepat dan musim hujan 30 hari lebih lamban

"Dalam istilah Jawa para petani mengenal istilah Pronoto Mongso yaitu panduan Jawa dalam bercocok tanaman dimana dalam hal ini banyak yang harus diperhatikan selain iklim juga matahari,bulan,bintang,angin dan menanam padi harus di pagi hari.Di dalam 1 lahan tanah bisa dibuat untuk bercocok tanam dengan banyak jenis.Tidak hanya padi tetapi tumbuhan lainpun bisa.Namun sekarang zamannya sudah berubah menanam padi tidak harus pagi hari.Hal yang terpenting diperhatikan pola penanaman yang tentunya berpengaruh pada produktivitas.Indonesia saat ini menurut data FAO 20 juta penduduknya mengalami kelaparan setiap harinya.Ini yang perlu diperhatikan secara serius.Karena potensi sumber makanan di Indonesia bisa mencukupi 2 milyar orang tetapi mengapa penduduknya masih lapar juga?


Komsumsi beras di Indonesia 120kg /tahunnya.Sementara jika terjadi perubahan iklim yang signifikan seperti sekarang hujan terus menerus,panen padi gagal yang menyebabkan harga melonjak tinggi untuk beras di pasar.Hal yang bisa disiasati tidak harus mengkomsumsi beras tetapi karbohidrat lain seperti umbi-umbian,jagung,sagu bisa dijadikan makanan pengganti.Sagu,biasa di komsumsi di Ambon dan Papua,tidak habis karena bisa hidup sendiri (liar ) tanpa ditanam.Siklus tumbuhnya 15 tahun akan tumbuh sendiri
Ketahanan pangan adalah ketahanan negara.Pangan bukan sekedar makanan tetapi keberlangsungan hidup manusia.
"Pertanian harus diperluas jangan dipersempit!jangan hanya pangan saja tetapi penghasil apapun yang mampu mendukung pangan.Indonesia lahannya subur.Umbi-umbian dan tanaman lain bisa ditanam",ucap pak Tjuk menutup pembicaraannya

"Trend komsumsi pangan penduduk di Indonesia sudah berubah,komsumsi beras menurun sementara sayur dan buah meningkat.Untuk itu kebijakkan produksi 5 tahun ke depan terkait pangan dan pertanian berkelanjutan pemerintah akan meningkatkan tanaman pangan padi sampai mencapai surplus beras",ucap Noor Avianto sebagai pembicara kedua
"Untuk memenuhi keragaman pangan lokal pemerintah juga memfokuskan pada jagung,kedelai agar dicukupi.Terutama kedelai untuk komsumsi pembuatan tahu dan tempe",lanjut pria berambut ikal ini

Orang muda jadi petani?wow..memang ada yang mau,agak langka profesi ini bahkan jarang dilirik sama kaum muda.Menyedihkan!apalagi 1/3 petani sudah berusia tua sukar untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi
"Kami berharap ada duta petani muda yang mengajak generasi muda yang tertarik untuk bertani dan tentunya memahami tehnologi.Agar ditangan petani muda produksi padi semakin meningkat",ucap Dini Widiastuti dari OXFAM

Diantara yang hadir banyak yang belum mengenal OXFAM,termasuk saya.Yuks sama-sama kita mengenalnya
OXFAM adalah LSM dari luar negeri yang terdapat di 27 negara termasuk Indonesia.Tujuan dasar dari LSM ini adalah menghapus kemiskinan.Fakta yang menyedihkan dari 28,51 juta penduduk Indonesia/11,13% dari total penduduk Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan yang sebagian besar petani dan buruh di sektor pertanian

"Kami dari OXFAM bermitra dengan pemerintah untuk menghapus kemiskinan yang sebagian didapati pada petani kita.Pertanian berkelanjutan menjadi salah satu dimension penting yang ditegaskan secara eksplisit dalam tujuan SDGs (Suistanable Development Goal ):mengakhiri kelaparan.Pertanian berkelanjutan harus bertumpu pada penguatan akses dan kontrol petani skala kecil atas resources-nya.Untuk itu kami mengajak petani untuk lebih meningkatkan produktivitas dalam bertani",ujar wanita yang menjabat sebagai Direktur Keadilan Ekonomi Oxfam

Negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan,keterjangkauan dan pemenuhan komsumsi pangan tingkat nasional,daerah dan perseorangan.Kutipan ini ada dalam Undang-Undang Pangan di Indonesia
"Jadi sudah jelas bahwa negara bertanggung jawab pada ketersedian pangan yang merupakan kebutuhan penting.Solusi untuk pembangunan pertanian berbasis pada Ekoregion dimana masing-masing daerah focus pada kelebihannya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah",ucap Kudhori yang belajar ilmu pertanahan dan pengamat pangan

"3 pilar Ekoregion yaitu ekonomi,ekologis dan sosial.Jika ini diterapkan hasilnya akan lebib prdoduktif dibanding pertanian konvensional.Dan juga untuk tanaman yang dibudidayakan disesuaikan dengan daerahnya.Semisal Sumatera,Kalimantan dan Papua dengan curah hujan yang tinggi cocok untuk menanam Kelapa Sawit"
Hasil survey di tahun 2008 sekitar 71% benih jagung,40% benih padi dan 70% benih hortikultura dikuasai oleh perusahaan.Keragaman genetika ini makin terancam ketika benih menjadi komoditas ekonomi yang dikuasai oleh industri.Dan petani semakin ketergantungan pada benih rekayasa genetika yang kurang adaptif.Perlu dukungan pemerintah agar petani melestarikan dan menggunakan benih lokal.

Bicara pangan lokal,ada seorang public figure yang dulunya artis cilik yang pernah tergabung dalam trio Kwek-Kwek,Dea Ananda.Cerita Dea,
"Saya sejak kecil sudah terbiasa dan dikondisikan oleh ibu saya untuk mengkomsumsi sayur,buah dan jus.Saya penyuka tempe.Saya tidak peduli diejek oleh teman-teman ketika kecil karena kegemaran saya makan tempe dan jarang sekali diijinkan ibu saya makan junk food paling seminggu sekali itupun boleh jika sudah mengerjakan tugas sekolah",ucap wanita yang sudah berkeluarga ini

"Hidup sehat tidak selalu mahal yang utama mengetahui pola makan yang sehat seperti mengkomsumsi sayur,buah,tempe,tahu dan ikan segar Seperti kata ibu saya junk food tidak baik jika sering dikomsumsi untuk kesehatan jadi sebaiknya jarang dan resep sehat dan fit dari nenek saya adalah sari kacang ijo.Karena sudah terbiasa jadi enjoy menikmati makan sehat hingga sudah berkeluarga",cerita Dea sambil mengajak peserta bernyanyi,
"Kamu makannya apa? Jawab....sayur...
Kamu makannya apa ? Jawab...tempe..."

Semua ikut berdendang,senang.Di acara yang diprakarsai oleh FAA PPMI ini banyak...sekali pengetahuan yang saya dapatkan dari 5 nara sumber.Singkat,padat dan jelas.Hapus Kemiskinan dan Kelaparan Melalui Pertanian Berkelanjutan.Indonesia Negeri yang kaya dan makmur,kita generasi muda harus aktif berjuang menghapus kemiskinan dengan peduli pada pertanian.Bukan saja tugas pemerintah tetapi kita juga harus mendukung dan bersemangat untuk memakmurkan lahan pertanian Indonesia (D/s)

8 komentar:

  1. Sustainable farming is what we need! Acara yang memberikan banyak informasi dan manfaat ya mba :)

    BalasHapus
  2. ketahanan pangan harus terus dipertahankan dengan meningkatkan banyak aspek di bidang pertanian dan peternakan ya

    BalasHapus
  3. Ketahanan Pangan musti dipertahankan untuk keberlangsungan kedaulatan pangan ya Kak Dennise

    BalasHapus