Selasa, 06 Desember 2016

World Pneumonia Day 2016


Ratna,ibu muda berusia sekitar 25 tahunan.Wajahnya terlihat kusut,lelah.Sudah 3 hari ini ia begadang menemani anaknya Salsabila 2 tahun yang sepanjang hari cengeng,gelisah maunya di gendong terus.Apa pasal?
Salsabila batuk terus dan setiapkali batuk dadanya sesak dan nyeri,belum lagi bibirnya tampak membiru.Dan yang mirisnya membuat Ratna tak sanggup menahan tangis ketika melihat daerah dada putri kecilnya itu tampak retraksi di dinding dada.
Berdasarkan pemeriksaan dokter Salsabila terkena Pneumonia.Ratna bingung penyakit apa itu? Ia baru mendengarnya.Bu Ratna dan saya baru mendengar penyakit ini.Jenis penyakit ini tidak umum dibandingkan penyakit yang biasa terdengar seperti types,demam berdarah atau flu burung
Pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya Pneumonia manifestasi infeksi saluran pernapasan akut(ISPA) 
Sering menyerang anak-anak di bawah 5 tahun karena sistem imun yang belum matang,menurunnya antibodi yang didapat dari ibu saat lahir dan fisik tubuh anak balita rentan pada serangan virus

Pembahasan lebih menarik dan detail dibahas dalam talk show bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hadir sebagai pembicara ketua IDAI Dr.Aman B.Pulungan,Sp.A (K),Dr.Christina Widaningrum,M.Kes,Dr.Sri Sudarwati,Sp.A (K),Dr.Nastiti Kaswandani,Sp.A (K).Acara yang berlangsung di kota Bandung,Sabtu 26 November 2016 dihadiri oleh insan media,blogger dan juga tamu undangan lainnya
"Talk show ini diadakan untuk menyambut Hari Pneumonia Dunia yang jatuh pada tanggal 12 November.Tahun ini adalah peringatan ke-8.Tujuan dari Hari Pneumonia ini adalah untuk mengingatkan kepada segenap jajaran pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat di masing-masing negara agar peduli pada pengendalian penyakit Pheumonia",ucap Dr.Aris yang siang itu hadir sebagai moderator di acara talkshow yang diadakan di Crownne Plaza Hotel Bandung

Pneumonia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain bakteri,virus,jamur dimana penularannya melalui percikan ludah (udara) pada saat seseorang sedang bersin,batuk dan berbicara",ujar Dr Nastiti dalam presentasinya
Bahayanya Pneumonia  apa sih?
Banyak organ tubuh yang tidak berfungsi normal seperti jaringan paru rusak,oksigen berkurang,fungsi paru dan oksigen tidak bagus dan terakhir adalah sesuatu yang tidak dikehendaki "kematian"
Penyakit ini pada tahun 2015 oleh World Health Organization (WHO) dilaporkan hampir 6 juta anak balita meninggal dunia.Berdasarkan data Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF) terdapat kurang lebih 14% dari 147.000 anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia meninggal karena Pneumonia dari data statistik diartikan sebanyak 2-3 anak di bawah usia 5 tahun setiap jamnya.
Dampak Penyakit Pneumokokus antara lain:
  • Kejang
  • Gangguan sikap
  • Gangguan belajar
  • Keterlambatan bahasa
  • Retardasi mental
  • Kehilangan pendengaran
  • Perkembangan motorik terlambat
  • Kematian 
"Udara itu berperan penting dalam penyebaran Pneumonia  kualitas dari udara.Asap yang ditimbulkan oleh rokok,obat nyamuk dapat menyebarkan Pneumonia ",imbuh dokter berhijab ini
Mendengar pemaparan tersebut tentunya KITA para orangtua mengharapkan anak kita tidak mengalami Pneumonia   Lalu apa yang harus dilakukan para orangtua untuk anaknya?

  • Lakukan Imunisasi Hib,Pneumococcus,campak dan pertusis (batuk rejan)
  • Gizi yang seimbang untuk pertahanan alami
  • Jauhkan anak dari polusi udara
  • Menjaga kebersihan rumah

Topik menarik lainnya tentang Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Pneumonia Anak bersama Sri Sudarti UKK Respirologi PP-IDAIAda 2 manisfestasi klinis:
Manifestasi nonspesifik:
Demam,sakit kepala,iritabel,malaise,nafsu makan keluhan saluran cerna,gelisah,dll
Manifestasi umum IRA bawah:
Batuk,sesak nafas,merintih,sulit minum,sianosis,kejang,distensi abdomen
Ada cara yang dapat dilakukan untuk penderita Pneumonia Pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS 
Tanyakan keluhan utama pada si anak menderita batuk atau sukar bernapas?
Jika ya,tanyakan berapa lama
Lihat dan Dengar:
Hitung nafas dalam 1 menit
Perhatikan apakah ada tarikan dinding nafas ke dalam
Dengar adanya stridor 

Pneumonia Berat Batuk/sesak napas disertai salah satu tanda seperti dibawah ini:

  • Retraksi dinding dada
  • NCH
  • Grunting (merintih)

Pneumonia sangat berat
Batuk/sesak napas disertai salah satu seperti di bawah ini:
Tidak bisa minum,muntah,kejang,kesadaran menurun,anggukan kepala

Dan pembicara terakhir adalah Dr.Aman B.Pulungan yang mengangkat tema,"Besaran Masalah Pneumonia  dan Peran IDAI adalah penyakit infeksi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia Tahun 2015 ada 5,9 juta balita meninggal di dunia.Untuk di Indonesia saja ada 2-3 anak meninggal setiap jam akibat Pneumonia

Nah untuk itu kami dari IDAI selain pelayanan dalam kesehatan juga memberikan pendidikan,penelitian dan pengabdian masyarakat.Agar anak-anak balita tidak tertular Pneumonia  kita para orangtua harus menciptakan lingkungan hidup yang sehat antara lain dengan cara:

  • ASI eksklusif 6 bulan
  • Cegah bayi berat badan rendah
  • Nutrisi adekuat
  • Hindari polusi di dalam dan diluar rumah
  • Cuci tangan 6 langkah
Bagaimana Pencegahannya?
  • Imunisasi lengkap
  • Cegah HIV
  • Pemberian profilaksis kotrimoksazol pada HIV
  • Pemberian zinc pada kasus diare
Balita dapat dilindungi dari ,Pneumonia dengan intervensi sederhana pengobatan dengan harga murah dan perawatan,imunusasi lengkap,gizi yang memadai dan mengurangi resiko Pneumonia  bakteri dapat diobati dengan antibiotik
Upaya pengendalian .Pneumonia  Dunia ( WHO) melakukan:
Melindungi ( protect )
Anak-anak dari Pneumonia  termasuk mempromosikan pemberikan ASI eksklusif dan pemberian makanan tambahan yang memadai

Mencegah ( prevent )
dengan vaksinasi,mencuci tangan dengan sabun,mengurangi polusi udara rumahtangga,pencegahan HIV dan profilaksis kotrimoksazol untuk anak-anak yang terinveksi HIV
Penanganan ( treat) Pneumonia  difokuskan untuk memastikan bahwa setiap anak yang sakit memiliki akses ke tempat perawata 

Untuk Indonesia,bagaimana pengengendaliannya?
  • Membuat pedoman pengendalian Pneumonia 
  • Pelatihan manajemen pengendalian ISPA
  • Kerjasama dengan organisasi profesi seperti IDI,IDAI,PDPI,PPNI dalam kajian sosial dan advokasi
  • Pengembangan media komunikasi,informasi dan edukasi serta advokasi 
  • Pelibatan masyarakat (kader)
  • Peningkatan program imunisasi
  • Pemenuhan kebutuhan logistik managemen pengendalian Pneumonia 

                                                                     Foto:para pembicara 

Untuk itu marilah kita semua masyarakat Indone
sia untuk Selamatkan Anak Bangsa dari Pneumonia   melalui Gerakan Hitung Napas Balita Batuk
Hitung napas pada balita batuk merupakan standar tata laksana Pneumonia Dengan menghitung napas balita batuk,kita dapat mendeteksi kasus Pneumonia  apakah balita yang batuk mengalami napas cepat/tidak
Semoga tahun 2017 mendatang penyakit Pneumonia  angkanya semakin berkurang dan besar harapan Indonesia nantinya bebas dari Pneumonia   tentunya ini bukan saja tugas dokter tetapi kita bangsa Indonesia untuk peduli dan mau menyuarakan Pneumonia  (D/s)

18 komentar:

  1. Bermanfaat info kesehatannya, Ka... Makasih :)

    BalasHapus
  2. Pneumonia perlu terus diberitakan nih mbak, salah satu cara penanganannya dengan vaksin kan yaa imunisasi hanya aja masih mahal dan belum semua orangtua paham tujuannya...thanks for sharing this

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Wawa sebagai tambahan info untuk vaksin murah bisa bisa ke Puskesmas namun kalau sudah masuk yang Pneumonia tingkat berat memang biayanya mahal untuk itu para orangtua wajib"aware" ketika melihat gejala2 spt yang telah disebutkan segera ditangani sebelum kondisinya parah,thanks mbak

      Hapus
  3. Noted kak! Duh, serem banget ini ya buat anak-anak.... Smg sehat2 anak2 kita ya kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amien Immanuella,pengetahuan untuk kita semua para parent

      Hapus
  4. Lengkap dan jelas sekali ulasannya mbak. Harus waspada berarti dengan kualitas udara sekitar mbak ya, apalagi untuk balita yg masih sangat rentan trhdp penyakit. Tfs mbaaak. Salam kenal 😁🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sis Lucky,salam kenal juga

      Hapus
  5. Syukur anakku udah di vaksin ini. Sbnrnya saya nggak bgtu tau pneumonia, soalnya dokternya cuma bilang biar ga sesak nafas. Saya pikir asma Ndilalah serem juga ya Klo kena penyakitnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sis,semoga anak2 Indonesia ke depannya terlepas dari penyakit ini ya

      Hapus
  6. Mba Denise, aku jadi banyak tahu tentang pneumonia setelah membaca tulisan ini. Tq

    BalasHapus
  7. Bagaimana Pencegahannya?
    Imunisasi lengkap >> SEPAKAT!! Sayangnya GSK kasih harga vaksin pneumonia di Indonesia mahal banget, di atas 500 ribu. Kesel..
    Oya, besok pas ada pemutaran film dokumenter tentang obat2 penting mahal, apalagi buat anak2 dengan HIV yg digelar sama MSF Indonesia, Fire In The Blood. Pas banget buat referensi lebih lanjut tentang pneumonia dan 'politik jualan obat'. http://msf-seasia.org/17273

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba nanti aku tanyakan Bu Tika We pada Dr.Aman Pulungan,siapa tahu beliau bisa merekomendasikan harga yang murah dan terjangkau.Thanks ya bu

      Hapus
  8. wah makasih sharingnya ya mbak. Sangat bermanfaat sekali. Semoga di 2017 semakin berkurang anak-anak yang menderita pneumonia ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama.Harapan kita semua tentunya tidak saja IDAI yang aware tetapi kita-pun masyarakat harus peduli dengan keadaan ini

      Hapus
  9. Infonya sangat membantu sekali, karna saya pernah mengalaminya, anak saya sdh 3 kali kena penyakit tersebut.

    BalasHapus
  10. Terimakasih bu Virria,semoga ke depannya anak Indonesia terbebas dari Pneumonia

    BalasHapus