Selasa, 02 Mei 2017

DKI Jakarta Banyak Yang Terganggu Jiwanya,What?!


Aduh ini judul tulisan kok nyinyir banget ya!Baru saja pemilihan Gubernur DKI tiba-tiba dikatakan kalo penduduknya banyak yang terganggu jiwanya.Gila ge'tooo? Husssttt,jangan sensi gitu dong!ya,enggak kali.Terganggu jiwa itu luas loh.Ada yang mengalami gangguan jiwa berat,ringan,kepribadiaan,penyalahgunaan zat,retardasi mental.Dan menurut penelitian di Jakarta saja ada 14,1% cemas dan depresi atau sekitar 763.000 jiwa dari penduduk Jakarta.Mendengar kata "Terganggu Jiwa" itu serem ya seperti ada yang kurang.

Padahal seseorang yang terganggu jiwanya itu tidaklah selalu dikaitkan dengan sesuatu yang "horor" alias menyeramkan.Masih ingat seorang artis yang mengalami BIPOLAR alias sakit kejiwaan.Masyarakat banyak yang mencap miring artis tersebut.Mengapa dia bisa mengalami penyakit tersebut.Artis juga'kan manusia ya!Siapa danpun bisa mengalami walaupun masyarakat sendiri tidak tahu apa sih sebenarnya.Nah BIPOLAR itu adalah suatu gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana yang sangat ekstrim,fluktuatif dan depresi.Bisa saja orang tersebut dalam suatu suasana murung tiba-tiba sedih dalam waktu yang berdekatan

Persoalannya apakah seorang yang mengalami BIPOLAR ini digolongkan sakit jiwanya karena depresi dan harus dibawa ke Rumah Sakit Jiwa dan kondisinya disamakan dengan orang yang sakit jiwa lainnya?tentu-nya tidak.Banyak sekali orang mengalami sakit jiwa dari tingkat ringan sampai berat.Dan RS Jiwa adalah solusinya

Sayangnya...
Selama ini "image negatif"  melekat di cap oleh masyarakat bahwa RS Jiwa tempatnya orang gila berkumpul.Tidak salah namun tidak benar juga.Yang tepat adalah RS Jiwa tempat dimana kondisi seseorang yang "terganggu jiwa"-nya dan setelah diobati menjadi #SehatJiwa
RS Jiwa Soeharto Heerjan yang sudah berusia 150 tahun  selama ini masyarakat lebih mengenal dengan nama RS Gila Grogol.Cap ini begitu negatif.Untuk itulah kami para blogger mendapat undangan untuk hadir dalam Talkshow Urban Mental Health dikesempatan Rabu 26 April 2017.
Suatu kebahagiaan bagi saya bisa mengunjungi Rumah Sakit yang berada dibawah Kementrian Kesehatan.Apalagi kami mendapat kesempatan untuk Tour Hospital.


"Pasien yang ada disini tentunya dibedakan ada yang parah seperti yang gila dan tidak mengenal dirinya sendiri,pasien yang depresi berat perlu diobati kejiwaan dan tinggal disini dan pasien yang kejiwaannya terganggu namun bisa datang kesini mengikuti aktivitas Day Care.Dari antara semua tentunya yang paling ringan adalah yang terkahir",cerita Dr Savitri,W.K,SpKJ/Psikiater yang menemani kami selama tour hospital


"Biasanya dari dinas sosial yang mengantarkan "mereka" yang tidak mengenal dirinya kesini alias kondisi parah.Mereka tentunya berbeda  berada diruang Akut.Tidak mudah memang menyembuhkan "mereka" yang tidak mengenal dirinya lagi.Tidak hanya dokter yang terlibat tetapi psikiater dan terapispun ada didalamnya.Dikorek lebih dalam lagi hingga ketemu akar masalahnya.Sementara yang terganggu kejiwaannya banyak yang diantar oleh keluarganya.Kalau yang berat mereka harus diobati dan tinggal disini.Tetapi untuk yang tidak begitu berat namun kejiwaannya goncang alias tidak stabil seperti khalayak lainnya pada umumnya maka yang dibutuhkan adalah Rehabilitasi.Orang Dengan Masalah Kejiwaan ( ODMK ) diharapkan setelah mengikuti Day Care bisa kembali ke masyarakat,berkomunikasi dan berprilaku normal",ungkap dokter yang menjabat sebagai Kepala Instalasi Rehabilitasi


Oh ya untuk menentukan apakah seseorang itu boleh mengikuti Day Care tentunya ada proses seleksi yang wajib diikuti pasien,antara lain:
Level Seleksi
Disini dilakukan screening pada diri si pasien mulai dari dokter umum,psikiater,fisioterapi dan bagaimana perilaku sosialnya
Level Aktivitas
Pasien atau rehabilitan biasa disebut,mengikuti program 20x pertemuan sesuai dengan minatnya
Level Mandiri
Ada 60x pertemuan.Namanya juga mandiri artinya rehabilitan tingkatannya sudah berada dikondisi yang mampu menguasai emosi dirinya,tidak lagi depresi dan kembali bisa berkumpul di keluarga
Banyak kegiatan yang dapat dilakukan mereka yangsudah mulai pulih dan tidak "menyakiti dirinya" lagi.Mereka bisa belajar membuat kue,musik,olahraga,membuat kreatifitas seperti lukisan,tas.Gunanya mengikuti kegiatan ini tentunya untuk melatih motorik tubuh mereka terutama otak kembali terlatih.

Foto:hasil karya rehabilitan yang mengikuti Day Care


Yang menarik dari ruang Day Care ini pasiennya dari usia 18-50 tahun dari berbagai latar belakang kondisi yang berbeda.Dikesempatan indah itu kami berkesempatan meyaksikan para peserta "Day Care" sedang latihan bernyanyi Kicir-kicir lagunya orang Jakarteeee...asyik deh!


Tidak hanya sampai disitu kamipun mengikuti Talkshow Kesehatan Jiwa bersama Budi Putra
( Jurnalist),DR.Dr.Suzy Yusra Dewi SpKJ,Dr.Nova Riyanti Yusuf,SpKJ (Psikiater dan Ketua Panja RUU Kesehatan Jiwa Komisi IX RI 2012-2014 )
Bincang-bincang hangat ini dipandu oleh Dr.Isa Multazam Noor.Diawal perbincangan hadir Dr.Sasmini yang berbagi cerita bagaimana evakuasi seseorang yang dipasung oleh keluarganya disebuah desa di pelosok Jawa Barat
"Mengapa dipasung?tentunya dalam medis tidak dianjurkan.Namun sulit menyalahkan keluarga sepenuhnya karena kondisi si pasien yang mengamuk mengganggu lingkungan sekitarnya misalnya sering mengamuk.Kami ingin Indonesia bebas dari pasung karena itu bukan solusi untuk orang yang terganggu kejiwaannya"


Jika kita tahu ada kerabat /orang lain dipasung apakah bisa dijemput?
Sangat bisa.Tentunya ada beberapa syarat yang wajib diperhatikan yatu mendapat surat rujukan dari puskesmas setempat.Nah surat rujukan nanti ke rumahsakit memberi rujukan ke RS Jiwa dan ini gratis untuk masyarakat yang mempunyai kartu BPJS

Di sesion Dr Suzy membahas mengenai ketergantungan pada internet yang membuat seseorang bisa terganggu jiwanya karena begitu candu.Segala sesuatu yang sifatnya candu alias berlebihan tentunya tidak baik untuk kondisi kesehatan jiwa
"Para orangtua dihimbau untuk  terus mendampingi anak-anaknya ketika kehidupan mereka tidak bisa lepas dari internet.Apa saja yang mereka tonton,upload"
Sementara dokter cantik Riyanti Yusuf membahas mengenai Undang-Undang No 18/2014 tentang Kesehatan Jiwa dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik,mental,spritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri dapat mengatasi tekanan,dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya
Ditahun 2017 ini RSJ Dr Soeharto Heerjan mengusung tema setia memberikan pelayanan kesehatan jiwa

So for all...
Membaca cerita saya ini tentunya kita semua terbuka wawasannya bahwa RSJ Grogol yang lebih sering dikenal masyarakat bukanlah tempat yang menyeramkan tetapi tempat dimana seseorang itu lebih disehatkan kembali jiwanya.Siapapun kita selama masih menjadi penduduk dunia pastilah menghadapi masalah hidup.Kembali lagi bagaimana kita menyikapinya.Jika yang besar bisa diperkecil berarti masalah yang kecil tentunya bisa lebih diringankan kembali

Untuk Anda yang igin tahu tentang RSJ Dr Soeharto Heerjan ini bisa menghubungi:
Telphone           :021-5682841-43
email                 : humas_jiwa_jkt@ymail.com
Website             : www.rsjsh.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar