Sabtu, 27 Mei 2017

Tiroid :Waspada,Kenali dan Cegah!



Abel wanita karir yang super sibuk.Waktu 24 jam yang  dimiliki hanya 3 jam dipakai untuk istirahat.Selebihnya untuk bekerja dengan mobilitas tinggi tanpa kenal waktu.Akhir-akhir ini Abel ada merasakan ada yang tidak nyaman ditubuhnya.Sering berkeringat,sering lemas,sering buang air besar,berat badan semakin turun padahal nafsu makan meningkat,siklus mentruasi berubah dan gampang tersinggung.Gejala apa ini?!

Kalau melihat cirinya Abel mengalami Hipertiroid.Apa itu?kelebihan kadar hormon tiroid akibat aktivitas berlebih dari kelenjar tiroid.Untuk mengetahui lebih detail tentang Tiroid bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka Hari Tiroid Dunia yang jatuh pada tanggal 25 Mei media dan blogger mendapat kesempatan untuk mendapatkan informasinya yang dikemas secara talkshow dengan tema,PEKAN KESADARAN TIROID INTERNATIONAL,Bukan Karena Anda Tetapi Karena Tiroid Anda
Bertempat di Auditorium Dr Siwabessy,Jum'at 26 Mei menghadirkan pembicara yaitu Dr Lily S.Sulistyowati,MM,Dr Aman Pulungan dan Dr.Roy Panusunan Sibarani


"Inilah faktanya yang saat ini terjadi bahwa kelain kelenjar tiroid merupakan kelainan endokrin terbesar kedua setelah diabetes melitus",ungkap Dr Lily dalam presentasinya

Apa itu Kelenjar Tiroid?
Tiroid berasal dari bahasa Yunani ( Perisai ) digambarkan dalam bentuk kupu-kupu.Perisai ini beratnya 10-20 gram,terbentuk dari diverticulum,berada di depan leher di bawah jakun.Kelenjar tiroid ini mengendalikan metabolisme dan berperan penting dalam kesehatan.Tugas utamanya adalah menghasilkan hormon tiroid yang akan dibawa oleh darah keseluruh jaringan tubuh.Hormon ini dibutuhkan untuk memastikan jaringan dan organ tubuh bekerja dengan baik


Jadi Fungsi Hormon Tiroid itu....

  • Membantu tubuh menggunakan energi agar tetap hangat
  • Untuk kerja otak,jantung,otot dan organ lainnya
  • Untuk perkembangan otak dan tumbuh kembang anak
Tapi seringkali di masyarakat awan ini Gangguan Tiroid =gondongan.Padahal faktanya itu beda.Gondongan adalah infeksi pada kelenjar liur sedangan gangguan tiroid adalah gangguan pada kelenjar tiroid
Menurut Dr Roy Sibarani ada 4 jenis gangguan pada leher yang perlu diwaspadai yaitu benjolan,kanker,hiperteroid dan hipoteroid.Sama-sama teroid apa yang membedakan ke-2 nya ?

Beda benjol dan kanker tiroid

Ini adalah ciri-ciri Hipoteroid

Ini adalah ciri-ciri Hiperteroid

Hipotiroid /kelenjar tiroid yang kurang aktif,terjadi apabila kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup.Hipoteroid bisa disebabkan oleh banyak hal antara lain karena penyakit autoimun,kerusakan kelenjar tiroid,yodium yang terlalu banyak /sedikit serta pengobatan dengan radiasi

Hiperteroid adalah kelenjar tiroid yang terlalu aktif  dan cenderung terjadi karena faktor keturunan dalam keluarga dan sering terjadi pada wanita muda usia produktif,seperti cerita Abel diatas.Kadangkala gangguan tiroid sulit dikenali karena gejalanya tidak khas kadang gejalanya dianggap sebagai manifestasi dari gaya hidup yang sibuk

Foto:Dr.Roy Sibarani

Melihat gambar dibawah ini,apakah Anda mau?

Tentunya tidak akan ada yang mau mengalaminya.Lalu bagaimana cara pencegahannya.Lakukan pemeriksaan Tyroid Stimulating Hormone sensitive 
( TSHs ) untuk menentukkan fungsi tunggal pertama untuk gangguan fungsi tiroid karena sensitivitas pemeriksaan yang tinggi dan pemeriksaan Free Thyroxine ( FT4 ) dimana pemeriksaan ini untuk mengukur bagian hormon tiroksin yang bebas ( tidak terikat protein ). Jadi pemeriksaan TSHs dan FT4 merupakan pilihan yang paling optimal untuk menentukan status tiroid

Waspada....
Faktanya di Indonesia ada 17 juta penduduk yang menderita gangguan Tiroid.Dan gangguan ini bisa mengenai orang Dewasa yang produktif.1 dari 8 wanita menderita Tiroid dalam hidupnya,wanita 5-8x lebih rentan terkena gangguan Tiroid dibanding pria.Usia lanjutpun dapat mengalami Tiroid

Bagaimana Dengan Anak-anak?
"Anak berhak untuk kesehatannya karena itu sejak dini anak-anak harus di deteksi untuk dapat ditindak lanjuti",ucap dr Aman Pulungan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI )
Anak adalah masa depan,keterbelakangan mental dan gangguan perkembangan fisik bisa dialami si anak jika kekurangan Hormon Tiroid.
Sebagai gambaran DKI Jakarta terdapat sekitar 3400 kelahiran anak dimana terjadi Hipoteroid Kongenital ( HK ) ,setiap tahunnya ada sekitar 1500 bayi yang mengalami HK .Dan di seluruh dunia prevalensinya hipotiroid kongenital 1:3000 dengan prevalensi 1:900 di daerah endemik tinggi.

Foto: bayi yang mengalami HK

Untuk itu penting para moms yang baru saja melahirkan baby wajib melakukan Skrining Hipotiroid Kongenital ( SHK ).Pemeriksaan ini untuk membedakan bayi yang mengalami Hormon Tiroid Kongenital (HK ) dan bayi sehat

Gejala dan Tanda HK pada bayi :
  • Warna kulitnya kuning
  • Pusar menonjol
  • Lidah besar
  • Hidung pesek
  • Tubuh cebol
  • Sulit bicara
  • Keterbelakangan mental /idiot
Untuk mencegah semua hal diatas para moms wajib melakung Skrining yang dilakukan ketika bayi berusia 48-72 jam.Darah diambil sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi selanjutnya akan diperiksa di labotorium

Foto:proses skrining pada bayi

Skrining Hipotiroid Kongenital ini dapat dilakukan di klinik bersalin,puskesmas maupun rumah sakit.Diteksi dan pengobatan dini HK akan mencegah keterbelakangan mental,sehingga anak tumbuh kembangnya menjadi normal 
Mari kita bersama Waspada dan Cegah (D/s)




12 komentar:

  1. Selama ini saya taunya cuma penyakit gondok saja sedangkan gangguan tiroid itu luas cakupannya. Beruntung hadir di acara ini.
    TFS Eda.

    BalasHapus
  2. Betul teteh,pengetahuan baru untuk kita semua,nuhun

    BalasHapus
  3. wah makasih tulisannya kak Dennise aku jadi tau lebih banyak lagi mengenai kelenjar tiroid ini

    BalasHapus
  4. Wah, serem juga ya kalau trjadi sm anak2 efeknya ke tumbang si kecil.. makasi share nya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak Amel,waktunya semua lapisan masyarakat untuk care

      Hapus
  5. Informasi yg sangat membantu..tfs mba

    BalasHapus
  6. Ternyata tyroid itu ada dua macam ya Kak dan gejalanya sering tidak disadari. Harus mulai sadar kesehatan ya Kak supaya tidak terlambat mengobati ketika terkena penyakit.

    BalasHapus
  7. Lebih baik mencegah daripada mengobati,dek

    BalasHapus
  8. aku pun jadi ikutan ngecek nih ka Dennise, alhamdulillah aman. makasih ya artikelnya, bikin orang makin waspada..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul,waspada itu penting.Seperti kata pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati

      Hapus