Dukungan Penuh Netizen Untuk "Three Ends"





Kenal artis Jenifer Dunn?! Aku, enggak! kenal namanya saja yang beritanya selalu heboh. Tetapi belum pernah bertemu langsung. Belum lama ini artis Indo yang pernah mendekam dijeruji besi untuk beberapa saat dilabrak oleh anak pacarnya disebuah mall. Berita ini menjadi viral selama sepekan di sosial media. Entah darimana asalnya video yang durasinya tidak sampai 10 menit beredar di dunia maya.Perempuan dengan  perempuan ribut. Si anak tidak terima ayahnya direbut artis berwajah indo tersebut.

Sebenarnya siapa sih yang menviralkan berita tersebut? perempuan yang sengaja meng-upload beritanya. Seperti yang dikatakan Maman Suherman di acara Netizen Gathering, Kamis 30 November 2017 bahwa perempuan banyak
berperan mem-viralkan hal yang berhubungan dengan dirinya

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu seorang teman di Facebook curhat tentang suaminya yang selingkuh. Karena dibakar emosi dan cemburu wanita ini memposting foto suaminya dengan perempuan simpanannya. Berharap mendapat simpati malah justru kebalikannya, banyak orang  yamg menghujat juga mengapa harus disebarkan di dunia maya, apa tidak malu? Alhasil rumahtangganya juga berantakkan

Seperti yang dikatakan Sridanti, Pit Deputi Bidang Kesetaraan Gender dan Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA), "Netizen harus dapat menyajikan konten yang berkesetaraan gender dan media sebagai wadah mensosialisasikan pencegahan kekerasaan kepada perempuan dan anak"

Untuk menciptakan konten yang bagus tentang Perempuan dan Anak diharapkan netizen memahami tentang kondisi situasi perempuan dan anak yang saat ini terjadi di Indonesia. Untuk itulah di Kamis pagi minggu lalu hadir 4 nara sumber berbagi opini, pengalaman seputar isu kesetaraan gender dalam tema Menciptakan Konten Kreatif Berbasis Kesetaraan Gender,Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak

Selain Kang Maman hadir juga Ratna Susianawati ( Asdep Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPPPA ), Ina Rachman,SH ( Advokat & Aktivis Perempuan ) dan Martha Simanjutak,SE,MBA ( founder IWITA )

Di session awal Ratna berbagi cerita bahwa dalam hal pendidikan, kesehatan dan ekonomi wanita masih banyak tertinggal


Yang saat ini menjadi isue prioritas dari KPPPA adalah Three Ends yaitu:

  • akhiri kekerasaan terhadap perempuan dan anak
  • akhiri perdagangan manusia
  • akhiri kesenjangan ekonomi

" 3 hal diatas menjadi prioritas kami dari KPPPA. Namun tentunya hal ini tudak dapat berjalan sendiri dikerjakan tetapi harus dibantu oleh banyak pihak yang juga mendukung. Seperti masyarakat ketika melihat kejadian KDRT pada perempuan, kekerasaan pada anak ataupun perdagangan manusia bisa dilaporkan ke UNIT PENGADUAN MASYARAKAT di  call center 0821-2575-1234", ucap Ratna

Perempuan berambut ikal ini begitu antusias menjelaskan tentang perlindungan perempuan. Seperti ketika seorang blogger Ajeng bertanya:
Saya berasal dari Flores. Disana kekerasaan pada anak banyak terjadi. Termasuk kasus perkosaan yang dilakukan orang terdekat. Kemana harus mengadu,adakah call centernya?

Foto : Ajeng bertanya

"Saat ini memang belum ada perwakilan KPPPA di Flores. Diharapkan dalam menangani kasus seperti adanya pendekatan secara personil terutama untuk si korban. Saya salud dengan  Maria Geong wakili bupati di Flores yang mampu melakukan pendekatan dan peduli dengan kondisi yang menimpa perempuan dan anak"

Pembicara ke-2 Kang Maman yang mengatakan  bahwa tahun 2017 Indonesia merupakan tujuan sex wisata no 1 pedofil dari Australia dimana mereka  mencari anak-anak kecil sebagai mangsa. Bagaimana caranya
"Bule ini pintar mereka mencari anak kecil dari media sosial baik facebook dan instagram. Caranya dengan berkenalan dulu dengan anak-anak tanggung yang usianya dibawah 12 tahun. Awalnya diiming-imingi hadiah, dikirim uang. Setelah terjerat barulah mereka disuruh foto telanjang dan foto tersebut yang disebar dikalangan para pedofil. Sangat mudah mendapatkan foto anak-anak Indonesia dan ini menjadi sasaran empuk "


Sangat disayangkan sekali banyak dari masyarakat kita yang memviralkan sebuah peristiwa namun tidak membantu. Contohnya, kasus sepasang kekasih yang dituduh berbuat tidak senonoh dan diarak bugil di Tanggerang. Mereka menjadikan ini tontonan yang wajib ditonton banyak orang dengan cara upload ke instagram / facebook

"Seharusnya masyakarakat tidak melakukan ini jika mereka memiliki hati nurani. Azas praduga saja belum tentu benar. Selain itu juga saya hendak menghimbau para orangtua yang punya anak lucu belum remaja jangan sering meng-upload si kecil ke instragram karena ini menjafi sasaran empuk orang jahat. Bisa pedofil atau penjualan anak", imbuh pria pelontos ini

Pembicara ke-3 dilanjutkan oleh Ina Rachman. Sebagai pengacara beliau sudah menangani berbagai permasalahan pelecehan seksual ataupu  KDRT.  Seperti yang terjadi pada seorang pimpinan pedepokkan yang tertangkap karena kasus narkoba. Selidik punya selidik bukan saja narkoba tetapi pelecehan seksual terhadap 99 murid pedepokkan. Herannya dari semua korban mereka tidak ada yang berani mengadu.Begitupun juga dengan seorang penyanyi band yang membuat video porno  dengan pacarnya. Dan sekarang setelah ditahan artis ini pamornya semakin naik


"Salah di masyarakat kita terlalu mengidolakan artis / tokoh tertentu sehingga mereka lupa dengan apa yang diperbuat oleh sang idola. Kita perlu bijak menyikapi dan jangan terlalu mengidolakan. Berkaitan dengan itu di rumah saya sangat protect pada tontonan anak. Seperti nonton TV hanya boleh tertentu saja dan didampingi. Untuk tontonan youtube di blok dan Google dipakaikan pasword. Hal ini untuk menghindari tontonan tidak bermanfaat pada anak. Zaman now ini mengerikan sekaleee..", ucap Ina Rachman pengacara gaul yang bersuamikan artis ini

Dan diakhir acara Martha Simanjutak beecerita tentang SEREMPAK dan IWITA

SEREMPAK  adlaah website seputar perempuan dan anak.Web ini berupaya meningkatkan akses perempuan di pemerintah, jasa, pendidikan dan pengetahuan


Website SEREMPAK ini merupakan inovasi yang dikemas dan dikembangkan oleh KPPPA bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Anak bagian insfrastruktur teknologi dan informatika untuk dapat meningkatkan akses perempuan di bidang strategi. seperti pemerintah, jasa, pendidikan, pengetahuan dan berbagai i formasi lainnya.

IWITA  ( Indonesia Women IT Awareness ) adalah organisasi perempuan Indonesia Tanggap Teknologi yang bermitra dengan KPPPA menjadi pengelola website SEREMPAK



"Kami dari SEREMPAK mengharapkan para netizen jurnalist ini turut serta mengkampanyekan Three Ends yang telah disebutkan oleh Ibu Ratna dimuka. Melalui tulisan content yang menarik tentunya dapat membantu masyarakat untuk awarenest dan peduli pada masalah perempuan dan anak. Ini bukan saja PR untuk pemerintah  namun kita masyarakat diharapkan juga peduli", ucap Martha Simanjutak

Lebih lanjut lagi wanita cantik berkulit putih ini  mengajak semua pihak  baik swasta, akademi dan komunitas lain untuk mendukung kegiatan Three Ends
"Ini tugas bersama yang mana hasilnya Serempak.id menjadi jalan dan upaya dalam mengintegrasikan TIK, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak diberbagai bidang dan memberikan kesempatan kepada masyarakat
berkontribusi dalam pembangunan melalui Serempak.id


Sebagai netizen semangat saya tersulut untuk segera ambil bagian dalam program Three Ends dan menciptakan konten kreatif yang berbasis kesetaraan gender. Sukses untuk KPPPA, Serempak semoga hubungan silahturahmi dengan netizen tetap harmonis ( D/s)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Go...Go...Go...Asian Games 2018 Meriah, Lewat Bidikan Smart Samsung J6 Series

HIJRAH EKSTREM:Perjalanan Hati Seorang Wanita Tangguh

Herbatia Mewujudkan Tubuh Sehat Alami