APLI: Penerapan Hukum Atas Maraknya Investasi Trading Indonesia

 

Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI) kembali mengadakan APLI Convention ke-2 yang diadakan selama 3 hari mulai tanggal 15-17 Desember 2021. Untuk yang belum mengenal dekat APLI, inilah sejarahnya yang sudah berusia 37 tahun. Suatu organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan tempat berhimpun para perusahaan penjualan langsung (Direct Selling/DS) termasuk perusahaan yang menjalankan penjualan dengan system berjenjang (Multi Level Marketing) di Indonesia.  

Talkshow hari pertama menghadirkan ketua APLI Kanny V.Soemantoro, Andam Dewi (GM Herbalife & Wakil ketua APLI), Tjia Afianto (wakil ketua APLI) dan Ina Rachman (Sekjen APLI)

"APLI Convention ke-2 kembali diadakan. Dengan visi mengembangkan industri jualan langsung secara sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Dan misi APLI adalah menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan jualan langsung"

"APLI berkomitmen untuk memberi edukasi kepada masyarakat untuk memilih secara bijak peluang usaha", ucap ibu Andam Dewi dalam kata sambutannya.

Sementara Tjia Afianto mengatakan bahwa APLI Convention Award adalah acara tahunan yang memberikan apreasi kepada leader berprestasi dari perusahaan. Ada 2 kriteria yaitu penjualan terbesar dan pengembangan jaringan.

"Pemilihan leader berprestasi sangat ditunggu oleh leader-leader dari perusahaan. Ajang bergengsi ini  diadakan tanggal 12 Januari mendatang di hotel Inter Continental Pondok Indah dan setelah itu dilanjutkan dengan APLI Expo 5-7 Februari di Pasar Raya"

Mengangkat tema Penerapan Hukum atas Maraknya Investasi Trading di Indonesia talkshow yang dipandu oleh Ina Rachman disajikan secara offline dan zoom. Hadir Tongam Tobing (Ketua Satgas Waspada Investasi), Tirta Karma Senjaya (BAPPESTI) dan Wawan Muliawan,SH,MH (DITTIPIDEKSUS BARESKRIM POLRI)

Maraknya investasi ilegal saat ini menurut Tongam Tobing dengan penawaran direct selling. Iming-iming yang menggiurkan membuat masyarakat berlomba tanpa berpikir dengan faktor resiko.Dihimbau kepada masyarakat jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang diawal terlihatnya lumayan namun setelahnya malah mengalami kerugian.

"Tetap waspada pada penawaran-penawaran trading direct selling pada kenyataannya mereka melakukan investasi ilegal. Data yang ada di Indonesia meningkat di tahun 2019 sebanyak 442 Investasi Ilegal, 1493 Pinjaman Online"

Ciri-ciri Investasi Ilegal

  • Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat
  • Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru
  • Memamfaatkan tokoh masyarakat/public Figure
  • Legalitas tidak jelas
Modus Investasi Ilegal
Bapak Tongam dengan gamblang menjelaskan seperti apa skema dari modus investasi ilegal, seperti ini modusnya.

Bagaimana mengatasi Investasi Ilegal?


Apa Itu Robot Trading?

Pembicara ke-2  Tirta Karma Senjaya membahas  tentang Robot trading yang merupakan  alat bantu dalam sistem trading otomatis yang berfungsi untuk monitoring pasar, kalkulasi peluang entry dan menempatkan transaksi. Namun robot trading tidak bisa bekerja tanpa adanya user. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dalam pengoperasian robot trading dan instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Modus Penawaran Robot Trading

  • Menjual Robot Trading dengan janj fix income /profit sharing
  • Janji iklan yang menyesatkan
  • Menawarkan jasa sewa Robot Trading melalui Member get Member  
Ini dia perbedaan Robot Trading yang ASLI dan Abal-Abal

ASLI

  • Pengguna mendapatkan file robot trading dalam format exe/ex4
  • Menggunakan akun trading LIVE /REAL dari pialang resmi
  • Developer menyediakan manual book dan layanan support

ABAL-ABAL

  • Pengguna tidak mendapatkan file robot trading
  • Tidak ada manual book dan layanan support
  • Instalasi,setup,backtesting serta running robot trading secara mandiri tidak dimungkinkan

Talkshow terakhir ditutup dengan pembahasan Penerapan Hukum Atas Maraknya Investasi Trading Indonesia. Wawan Muliawan mengemukakan bagaimana cara kerja investasi ilegal yang marak di Indonesia.

"Mereka menghimpun dana secara ilegal dalam skema piramida, namun tidak mempunyai regulasi yang tepat. Model bisnis dengan merekrut orang dengan cara menawarkan keuntungan besar ,mudah, cepat, tidak ada produk, hasil sebagai prestasi rekrutmen anggota dan ilegal."

Ini harus segera ditangani karena korbannya meluas, kerugian meteriil yang besar,gangguan KamTibMas dan merugikan perekonomian. Namun hal ini tidaklah mudah, ada hambatan dalam penanganan investasi ilegal. Apa saja hambatannya?

Diperlukan peran Publik dalam menangani Investasi Ilegal,yaitu:

  • Mengerti tentang investasi
  • Edukasi dalam keluarga
  • Edukasi sesama masyarakat tentang investasi
  • Segera melapor bila mengetahui ada investasi ilegal

Dari BARESKRIM melakukan penyidikan dalam menelusuri Investasi Ilegal,seperti ini skemanya. 

Jadi untuk masyakarat sangat dihimbau untuk tidak mudah percaya dengan iming-iming yang menggiurkan. Karena keuntungan itu hanya sesaat saja,sesudahnya kerugian dan uang sulit untuk kembali. (D/s)






Komentar